Apr
12

Janganlah Melupakan Tuhan

Janganlah Melupakan Tuhan
Uncategorized
Ayat Pokok: 1 Yohanes 3:1-2

Sebagai anak-anak terang, kita memiliki Allah Bapa yang adalah terang (1 Yohanes 1:5), dan layak memanggil-Nya: “ya Abba, ya Bapa!” Walaupun sekarang kita sebagai anak-anak Allah dan belum nyata apa keadaan kita kelak, tetapi kita tahu, bahwa pada saat Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia. Jika Kristus/Allah adalah terang, maka kita pun akan berada dalam level yang sama terang seperti Dia. Ini merupakan suatu pengangkatan yang sangat tinggi dan tidak mudah, karena kita masih penuh dengan dosa. Sepatutnyalah kita bersyukur jika Allah mau memberikan benih-Nya kepada kita, yang melahirkan kita kembali oleh kekuatan Firman-Nya (ayat 9).

Pada saat Israel murtad kepada Tuhan, Firman Tuhan berkata: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin (Yeremia 2:1-3). Ayat ini membuktikan bahwa bangsa Israel memang telah dipilih Tuhan untuk menjadi mempelai-Nya. Namun sekarang mereka tidak lagi bertanya: Di manakah Tuhan, yang menuntun kita keluar dari Mesir …? (ayat 6-7). Mereka telah melupakan Tuhan, yang telah menolong mereka, yang telah membawa mereka ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. 

Kitab Ulangan 8:14-15 menuliskan, dalam perjalanan sekeluarnya dari Mesir, Tuhan membela bangsa Israel di padang gurun, yang tanahnya gersang dan tidak ada air, terdapat ular-ular ganas dan kalajengking. Tuhan pun memelihara mereka, dengan membawa ke negeri yang baik dan subur, sehingga mereka dapat makan roti dengan tidak usah berhemat, sehingga dapat makan dan kenyang (ayat 7-10).

Namun setelah Israel berada di tanah yang subur, mereka malah menajiskan tanah Tuhan itu sehingga menjadi kekejian. Mereka telah pergi bersundal dengan menyembah batu dan kayu (Yeremia 3:8-9). Tuhan telah membela dan memelihara mereka, namun mereka bagaikan perempuan yang murtad, berzinah dan bersundal dengan penyembahan berhala, yang di mata Tuhan adalah najis, membuat Tuhan cemburu dan marah.

Batu dan kayu adalah benda mati, namun Israel malah berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! Dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! – yang berarti sama dengan ibu (Yeremia 2:26-27). Ini merupakan suatu kesesatan, sebab batu dan kayu tidak dapat melahirkan kita. Tuhan telah mengasihi Israel seperti suami terhadap istrinya, tetapi Israel telah begitu menyakiti hati Tuhan dengan penyembahan berhala.

Seringkali kita melupakan pertolongan-pertolongan Tuhan di masa yang lalu dan tidak lagi menanyakan Tuhan; sudah melupakan kasih Mempelai terhadap kita. Janganlah kita tinggi hati atau sombong, sehingga melupakan pembelaan Tuhan atas kita. Keberadaan kita sampai sekarang ini adalah berkat pembelaan dan pemeliharaan Mempelai Pria Sorga. 

Ingatlah, bahwa kita telah dilahirkan oleh benih Allah sehingga memiliki Allah yang bisa menjadi Bapa dan Ibu kita (Mazmur 27:10). Walaupun orang tua jasmani kita telah meninggalkan kita, Dia tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu (Yohanes 14:18). Kembali kita diingatkan pada Surat Ibrani 13:5, bahwa Tuhan sekali-kali tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Oleh sebab itu, tanda kelahiran dari benih Firman dalam Pengajaran Mempelai Alkitabiah harus nyata pada kita, anak-anak Allah atau anak-anak terang.

Yesaya 40:18, 25-26 mengatakan, bahwa Allah tidak dapat disamakan dengan apapun juga, termasuk patung-patung berhala yang terbuat dari batu dan kayu, sebab Dia maha kuasa dan maha kuat, sehingga saat Tuhan memanggil bintang-bintang di langit, satu pun tiada yang tak hadir. Jika kita membaca Surat Filipi 2:15, bintang-bintang itu adalah anak-anak Allah/anak-anak terang. Allah maha kuasa, berarti sanggup mengadakan mujizat-mujizat. Allah maha kuat, berarti tidak pernah menjadi lelah (ayat 28). Maka kita pun tidak akan menjadi lelah dan lesu karena telah dilahirkan dari benih Allah. 




Post a comment