Tentang Pengajaran Mempelai Alkitabiah (PMA)

PENGAJARAN MEMPELAI ALKITABIAH bukanlah pengajaran yang hanya menekankan kepada ajaran tentang kedatangan Tuhan saja, tetapi juga mengajar bagaimana Gereja Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah pada akhir zaman ini bahkan mengarahkan pandangan rohani Gereja Tuhan kepada sasaran yang tepat, yaitu menjadi Mempelai Perempuan Anak Domba Allah!

Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus mungkin Pengajaran Mempelai Alkitabiah merupakan hal yang baru sehingga Anda bertanya-tanya, apakah Pengajaran Mempelai Alkitabiah itu. Kami akan menjelaskan apakah Pengajaran Mempelai Alkitabiah itu beserta dengan makna logonya.

MAKNA LOGO Pengajaran Mempelai Alkitabiah

  1. BENTUK BUJUR SANGKAR menunjuk pada kota Yerusalem baru yang juga berbentuk bujur sangkar. "Kota itu bentuknya empat persegi, panjang sama dengan lebarnya ..." (Wahyu 21:16).
  2. GAMBAR PEREMPUAN YANG SEDANG MENGANDUNG menunjuk pada pribadi mempelai perempuan Kristus yang bersalutkan matahari, berdiri di atas bulan dan bermahkota dua belas bintang. "Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan ..." (Wahyu 12:1-2)
  3. GAMBAR ALKITAB berarti bahwa Pengajaran Mempelai Alkitabiah berdiri di atas Firman Tuhan. Ini juga berarti bahwa Pengajaran Mempelai Alkitabiah murni dari Firman Tuhan, tanpa dikurangi, ditambahi atau ditafsirkan menurut pemikiran manusia. "... Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi." (Wahyu 22:6).
    " ... Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." (Wahyu 22:18-19).
  4. AYAT ALKITAB Wahyu 19:9 menyerukan untuk segera masuk dalam perjamuan (malam) kawin Anak Domba sebagai mempelai perempuan Kristus. "... Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba ...".

Jelaslah sekarang apa makna dari logo Pengajaran Mempelai Alkitabiah.

Mengapa disebut Pengajaran Mempelai Alkitabiah ?

Kata "pengajaran" mempunyai arti bahwa orang yang menerima ajaran tersebut terlibat secara aktif (bertekun - "... mereka bertekun dalam pengajaran ..." Kisah Para Rasul 2:42). Berbeda dengan penginjilan yang menekankan dasar pengenalan pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, beserta dengan asas-asas pokok dari penyataan Allah, pengajaran bagaikan makanan keras untuk pertumbuhan/pendewasaan rohani. "... kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil." (Ibrani 5:12-13). Dapat ditekankan di sini, bahwa "pengajaran" berbeda dengan "kabar", di mana "kabar" mengandung pengertian hanya sebatas mengetahui isi kabar itu tanpa terlibat secara langsung di dalamnya. Kata "mempelai" menunjuk pada kesatuan tubuh Kristus, yaitu mempelai perempuan Kristus. Seperti yang telah diuraikan di atas, kata "Alkitabiah" mempunyai arti bahwa pengajaran ini berdasarkan pada kebenaran Firman Tuhan.
 
Apakah Pengajaran Mempelai Alkitabiah itu ?

Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah Firman Tuhan yang dibuka rahasianya, yang membawa kita pada rencana Tuhan, membentuk gereja Tuhan menjadi satu tubuh yaitu mempelai perempuan Kristus dengan Kristus sebagai Kepala tubuh atau Suami/Mempelai Pria (Efesus 5:28-29; Kolose 1:18).
 
Mengapa Yesus disebut Mempelai Pria Sorga ?

Dalam Yohanes 1:29, Yohanes memperkenalkan pribadi Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ini mempunyai arti bahwa Yesus adalah Penebus/Juruselamat bagi dunia ini. Sedangkan pada ayat 36, lebih khusus lagi Yohanes ingin memperkenalkan bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah (tanpa ada kata menghapus dosa dunia). Bila kita lihat dalam Wahyu 19:7 disebutkan "... Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia."
Ini mengandung pengertian yang dalam, bahwa Yesus bukan hanya sebatas Juruselamat bagi dunia ini (Anak Domba yang telah disembelih yang menunjuk pada korban Kristus di kayu salib untuk menghapus dosa dunia - Wah. 5:9), tetapi lebih lagi,Yesus adalah Mempelai Pria.
Dalam Perjanjian Lama pun, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Suami/Mempelai Pria. Yesaya 54:5 menyebutkan "Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau ...", dipertegas lagi dalam Yesaya 62:5 "Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu." Demikian juga Hosea 2:18 menyebutkan "Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang". 
 
Mengapa Perlu Mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria?

Pengenalan orang Kristen pada pribadi Yesus tidak cukup hanya sebatas sebagai Juruselamat, Penolong dan sebagainya, tapi pengenalan itu harus meningkat sebagai Mempelai Pria. Dan pengenalan ini membutuhkan roh hikmat dan wahyu dari Allah ("... supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. ... dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu." - Ef. 1:17, 22-23).
Pengenalan pada pribadi Yesus sebagai Juruselamat, sebagai Penyembuh, sebagai Penolong dan masih banyak lagi yang lain, bukan berarti salah. Hanya saja, Juruselamat ataupun Penyembuh dibutuhkan hanya pada saat keselamatan atau kesembuhan belum didapatkan. Sedangkan Pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria bukan dibutuhkan untuk sesaat, tapi hubungan antara suami dan isteri adalah selamanya. Ini juga berarti bahwa hubungan sebagai suami-isteri tidak hanya sebatas "dekat" tetapi lebih lagi adalah "menyatu".
Sebagai Mempelai Pria, Yesus juga sangat mengasihi mempelai perempuan-Nya, Dialah yang menjadi Pembela dan Pemelihara (mengasuh dan merawati - "Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat" Ef. 5:29).