Agust
18

Malapetaka Apsintus

Malapetaka Apsintus
Uncategorized
Sesuai nubuatan yang tertulis dalam Firman Tuhan, dunia ini menghadapi ancaman malapetaka yang dahsyat. Malapetaka yang akan menimpa manusia yang tidak sungguh-sungguh dalam beribadah dan tidak takut akan Tuhan. Tuhan masih memberikan kemurahan-Nya bagi kita untuk kita mau dengan rendah hati setia beribadah kepada Tuhan sehingga terluput dari segala malapetaka itu.

Salah satu malapetaka besar yang akan terjadi adalah malapetaka pada saat peniupan tujuh sangkakala. Dalam Wahyu 8:10-11 dituliskan bahwa malapetaka dari peniupan sangkakala ketiga adalah berupa jatuhnya sebuah bintang besar dari langit ke bumi, yang menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. Akibatnya banyak manusia mati karena bintang itu telah mengubah air menjadi pahit. Nama bintang itu adalah Apsintus.

Selain Apsintus, dalam Wahyu 6:13 juga dinubuatkan bahwa di akhir zaman akan banyak bintang-bintang berjatuhan dari langit ke bumi. Bagaikan buah ara yang mentah berguguran dari pohonnya saat digoncang angin yang kencang. Ini mempunyai arti bahwa akan terjadi banyak orang-orang Kristen yang gugur dari imannya, karena rohaninya "mentah” atau tidak dewasa. Tidak dewasa dalam rohani dapat disebabkan karena sikap yang selalu menolak dan mengeraskan hati terhadap Firman Tuhan. Sehingga pada saat angin pencobaan datang, gugurlah imannya. Tetapi bagi kita yang mau menerima Firman, mempunyai kekuatan untuk menghadapi segala macam pencobaan.

Dalam Wahyu 9:1 juga dituliskan ada sebuah bintang yang jatuh ke bumi, yaitu pada saat peniupan sangkakala kelima. Bintang yang jatuh ini membawa maut ke bumi. Juga dalam Wahyu 12:3-4 saat sangkakala ketujuh ditiup, muncul seekor naga besar berwarna merah padam, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh. Dengan ekornya menyeret dan melemparkan sepertiga bintang-bintang di langit. Ekor naga ini menggambarkan pengajaran-pengajaran sesat atau palsu yang menyeret jatuh orang-orang Kristen yang tidak menjadi mempelai perempuan Tuhan. Mereka yang jatuh ini akan dilempar masuk dalam aniaya tiga setengah tahun dalam aniaya antikristus. Apabila mereka tetap mempertahankan imannya sekalipun harus disiksa dan dianiaya hingga mati, jiwanya akan selamat. Bagi yang menyangkal Tuhan, memang tidak akan dianiaya dalam masa antikristus namun akan masuk dalam siksaan kekal di neraka. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri dalam kekudusan hingga disempurnakan sebagai mempelai perempuan Tuhan, sehingga bukan menjadi bagaikan bintang-bintang yang jatuh.

Menurut asal katanya, Apsintus merupakan salinan huruf Yunani yang diterjemahkan sebagai "laana” yang berarti ipuh atau racun. Dalam Ulangan 29:16-20 dapat kita lihat bagaimana kehidupan orang yang "tertimpa Apsintus”, hidupnya berubah menjadi pahit seperti ipuh dan racun. Akibat meninggalkan Tuhan kemudian menyembah berhala yang membangkitkan murka dan cemburu Tuhan.

Kita juga harus memperhatikan, jangan sampai meninggalkan Tuhan karena lupa segala pertolongan Tuhan di masa yang lalu. Seperti halnya bangsa Israel, mereka telah banyak mengalami pertolongan Tuhan dengan ajaib mulai dari dikeluarkan dari Mesir sampai masuk tanah Kanaan. Untuk itu Tuhan memperingatkan bangsa Israel untuk selalu mengingat pertolongan Tuhan supaya pada saat mereka tiba di Kanaan, mereka tidak terpengaruh dengan bangsa asli Kanaan yang menyembah berhala. Jika mereka tetap saja meninggalkan Tuhan, maka dalam hidupnya akan menjadi pahit seperti makan ipuh dan racun.

Racun dalam bahasa Ibrani adalah "rosi”, secara harfiah berarti "kepala”. Menunjuk kepada sejenih tumbuhan yang tingginya kira-kira satu meter, daunnya seperti daun wortel dan buahnya pahit serta beracun. Sedangkan ipuh dalam bahasa Ibrani adalah "laana”, termasuk jenis tumbuhan yang daunnya tidak beracun tetapi pahit. Sehingga dalam Perjanjian Lama, ipuh itu melambangkan kesengsaraan dan penderitaan, dan laana dalam bahasa Arab dan Indonesia berarti laknat dan kutuk. Jika ada di antara kita yang sudah meninggalkan Tuhan, Dia masih memberikan kesempatan dan kemurahan-Nya untuk kita kembali kepada-Nya.  Bahkan kembali menikmati berkat dalam PMA.

Dalam Yeremia 9:12-16 dituliskan bahwa setiap orang yang meninggalkan Tuhan, tidak mau mendengar dan melakukan Firman Tuhan, bahkan malah menyembah berhala, maka Tuhan akan memberinya makan ipuh dan minum racun. Kehidupannya akan mengalami kepahitan dan terkutuk. Sebaliknya orang yang tetap mengasihi Tuhan dengan mau mendengar dan melakukan Firman Tuhan, tidak akan tertimpa kepahitan dan kutuk bahkan pada saat malapetaka jatuhnya Apsintus terjadi.

Sebagai mempelai perempuan Tuhan pasti tidak akan tertimpa malapetaka yang akan menimpa dunia ini. Karena seperti dapat kita baca dalam Wahyu 17:7, Anak Domba itu akan menggembalakan dalam suasana Yerusalem baru. Wahyu 7:13-14 menuliskan bahwa mempelai perempuan Tuhan yang terdiri dari segala bangsa, kaum, suku dan bahasa menjadi suatu kumpulan yang besar, mengenakan pakaian putih yang telah dicuci dalam darah Anak Domba. Artinya, oleh darah Yesus segala dosa kita telah diampuni dan disucikan.

Wahyu 5:9-10 juga menyebutkan bahwa oleh darah Anak Domba, telah membeli tiap-tiap bangsa, kaum, suku dan bahasa untuk menjadi iman-iman bagi Allah. Sesuai yang ditulis dalam Wahyu 7:15-17, sidang mempelai Tuhan akan melayani Allah dalam bait-Nya dan Allah akan membentangkan kemah-Nya sehingga tidak tertimpa panas terik matahari. Bahkan Tuhan menyatakan pemeliharaan-Nya sehingga mempelai Tuhan tidak akan merasa lapar dan dahaga lagi.

Selayaknya kita bersyukur karena berkat Tuhan yang selalu limpahkan. Jangan kita pernah melupakan segala kebaikan dan pertolongan Tuhan dan dengan penuh syukur kita beribadah kepada-Nya. Amin. mr



Post a comment