<rss version="2.0"><channel><title>Khotbah (Teks)</title><link>http://www.papma-kasih.org/khotbah.aspx</link><item><title>Roh Kudus Dicurahkan ke Atas Semua Manusia</title><link>http://www.papma-kasih.org/kut230510.aspx</link><description>Setelah 40 hari membuktikan bahwa Dia hidup, maka naiklah Tuhan Yesus ke sorga dan ditinggikan oleh tangan kanan Allah. Namun sebelum Ia terangkat, murid-murid dilarang meninggalkan Yerusalem untuk menanti janji pencurahan Roh Kudus. Dan setelah Ia ditinggikan dan menerima Roh Kudus dari Bapa, barulah Yesus mencurahkan Roh Kudus pada hari yang ke-50 sesudah Paskah, seperti yang telah dijanjikan-Nya. </description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-5&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah 40 hari membuktikan bahwa Dia hidup, maka naiklah Tuhan Yesus ke sorga dan ditinggikan oleh tangan kanan Allah. Namun sebelum Ia terangkat, murid-murid dilarang meninggalkan Yerusalem untuk menanti janji pencurahan Roh Kudus. Dan setelah Ia ditinggikan dan menerima Roh Kudus dari Bapa, barulah Yesus mencurahkan Roh Kudus pada hari yang ke-50 sesudah Paskah, seperti yang telah dijanjikan-Nya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada hari raya Pentakosta, seluruh orang Yahudi yang saleh berkumpul di kota pusat kerohanian, Yerusalem, untuk memperingati Pentakosta secara peraturan Taurat. Sedangkan murid-murid Yesus yang sejumlah 120 orang (Kisah Para Rasul 1:15) berkumpul di satu tempat di Yerusalem untuk menanti pencurahan Roh Kudus. Mereka inilah jemaat/gereja Tuhan yang pertama. Maka pada saat itu penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain (pasal 2:33). &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hanya Yesus sebagai Pembaptis Roh Kudus, seperti yang pernah dikatakan oleh Yohanes Pembaptis. Pencurahan Roh Kudus adalah kegenapan janji Tuhan, sama seperti kelahiran Yesus ke dunia. Jadi baptisan Roh Kudus adalah dari Yesus, bukan dari pendeta atau hamba Tuhan. Para hamba Tuhan hanya membimbing dan mengarahkan supaya jemaat tidak terjebak dan tersesat oleh roh yang lain selain Roh dari Yesus sebagai Kepala. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada Yohanes 7:37-39 dikatakan, Roh Kudus belum datang karena Yesus belum dimuliakan dan barangsiapa percaya kepada Yesus (sebagai Pembaptis Roh Kudus), seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci (percaya pada Firman) maka dari dalam perutnya – terjemahan yang benar, akan mengalir aliran-aliran air hidup. Dalam pasal 17:1 dan 4, terdapat doa Yesus kepada Bapa, bahwa Yesus layak dimuliakan karena Dia telah mempermuliakan Bapa di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Bapa berikan kepada-Nya untuk dilakukan. Dan hal ini terjadi setelah Ia kembali ke sorga dan berada di samping kanan Bapa untuk ditinggikan dan dimuliakan. Dan jika Roh-Nya dicurahkan kepada kita, maka kita pun ada kemuliaan sama seperti Dia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saat Roh Kudus turun ke atas kita, maka kita akan menerima kuasa untuk menjadi saksi bagi Tuhan (Kisah Para Rasul 1:8). Seperti yang terjadi pada gereja mula-mula, setelah menerima baptisan Roh Kudus, maka mereka menjadi saksi mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi – sampai kepada kita semua. Ini membuktikan bahwa kuasa Roh Kudus terus bekerja sampai sekarang, bukan hanya pada saat kita memperingati hari raya Pentakosta. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pencurahan Roh Kudus yang terjadi pada gereja mula-mula (hujan awal) pasti akan terjadi lagi pada gereja zaman kita sekarang (hujan akhir), seperti Firman Tuhan di dalam Yoel 2:23. Saat Rasul Petrus menyitir nubuat dari nabi Yoel (Kisah Para Rasul 2:14-17), diawali dengan kalimat, “Akan terjadi pada hari-hari terakhir...”, itulah zaman kita sekarang. Roh Kudus itu dicurahkan; bagaikan curahan hujan, baik hujan awal maupun hujan akhir, supaya kita sebagai wadahnya menjadi penuh dengan Roh Kudus. Apabila kita penuh dengan Roh Kudus, maka kita dapat berkata-kata dengan bahasa lain atau berkarunia lidah (glossolalia). &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Roh Kudus itu dicurahkan ke atas semua manusia atau dalam terjemahan yang lain: daging. Dicurahkan kepada semua manusia, berarti tidak pilih-pilih. Baik anak-anak, orang-orang muda dan orang tua, kaya-miskin, pintar-bodoh, semuanya bisa mendapatkan pencurahan Roh Kudus. Nubuat, penglihatan, dan mimpi adalah kelanjutan dari kepenuhan Roh Kudus. Karena Tuhan telah menjanjikan pencurahan Roh Kudus seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, maka kita berhak memintanya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mengapa Roh Kudus dicurahkan ke atas semua manusia? Karena tubuh kita adalah Bait Roh Kudus yang diam di dalam kita dan kita telah dibeli untuk menjadi milik Tuhan dengan harga yang telah lunas dibayar (1 Korintus 6:19-20). Sebenarnya hidup kita ini penuh dengan kesia-siaan karena dosa, tetapi Tuhan mau menebus kita dengan darah-Nya yang mahal (1 Petrus 1:18-19). Roh Kudus tidak akan dapat masuk bila tubuh kita ada dosa. Dahulu memang kita hidup di dalam dosa yang merusak tubuh kita, seperti yang disebutkan dalam 1 Korintus 6:9-10. Tetapi setelah kita memberi diri untuk disucikan, dikuduskan, dan dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus, maka Roh Kudus mau tinggal di dalam tubuh kita (ayat 11). &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Syarat untuk disucikan adalah mau mengakui dosa. Dengan mengaku dosa, maka kita akan diampuni dari segala dosa dan disucikan dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:7, 9). Dikuduskan berarti dipisahkan dari dosa dan menjadi milik Allah, sebagai anak-anak Allah (pasal 3:1-3). Kita dikuduskan dari keinginan daging, keinginan&amp;nbsp; mata, dan keangkuhan hidup/kesombongan, sebab semuanya itu bukan berasal dari Bapa, melainkan dari dunia (pasal 2:16-17). Sebagai anak-anak Allah, kita harus terpisah dari hal-hal tersebut. Kemudian kita perlu dibenarkan supaya sama seperti Kristus yang adalah benar, dengan lahir dari pada-Nya (1 Yohanes 3:7; 2:29). Apabila kita telah disucikan, dikuduskan, dan dibenarkan, maka kita akan disebut orang-orang benar, layak menjadi tempat kediaman Roh Kudus. Amin.&lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Fri, 11 Jun 2010 10:47:56 GMT</pubDate></item><item><title>Di Yerusalem Pasti Selamat</title><link>http://www.papma-kasih.org/kut060610.aspx</link><description>Suatu ucapan ilahi tentang Yerusalem merupakan nubuatan dan sekaligus peringatan bagi kita bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah tidak lama lagi. Melihat situasi politik saat ini, kota Yerusalem sedang dikepung dan menjadi pusat perhatian dunia. Tetapi iman kita tidak mengarah ke sana, melainkan tertuju pada Yerusalem baru. Jika saat ini kita berada dalam suasana Yerusalem yang menuju Yerusalem baru, yang artinya berada dalam Firman pengajaran (Yesaya 2:3), maka kita akan tetap aman dan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu.</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Zakharia 12:2-6, 9; 14:11&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu ucapan ilahi tentang Yerusalem merupakan nubuatan dan sekaligus peringatan bagi kita bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah tidak lama lagi. Melihat situasi politik saat ini, kota Yerusalem sedang dikepung dan menjadi pusat perhatian dunia. Tetapi iman kita tidak mengarah ke sana, melainkan tertuju pada Yerusalem baru. Jika saat ini kita berada dalam suasana Yerusalem yang menuju Yerusalem baru, yang artinya berada dalam Firman pengajaran (Yesaya 2:3), maka kita akan tetap aman dan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apabila kita berdiri teguh pada Firman pengajaran yang membawa kita menuju Yerusalem baru, kota mempelai, yaitu Pengajaran Mempelai Alkitabiah yang telah kita terima, maka saat dikepung dan kita berseru kepada nama Tuhan, pasti selamat! Sebab Firman Tuhan telah mengatakan, bahwa di gunung Sion dan di Yerusalem ada keselamatan (Yoel 2:32). Keselamatan bisa meliputi: ada damai sejahtera, sukacita, ketenangan, dan lain-lain. Jadi, walaupun kita menghadapi berbagai masalah yang bagaikan mengepung kita, jika tetap tinggal di Yerusalem (Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah) dan berseru kepada nama Tuhan, pasti selamat, pasti berkemenangan!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kisah Para Rasul 2:5-7, 11-13 menuliskan, bahwa orang-orang Yahudi dari segala bangsa yang berkumpul di Yerusalem, juga penganut agama Yahudi, sampai orang Kreta dan orang Arab, mendengar para murid Yesus berkata-kata dalam bahasa mereka tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah. Padahal murid-murid tersebut adalah orang Galilea. Itulah bukti pekerjaan Roh Kudus, yang dapat diterjemahkan dalam berbagai-bagai bahasa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keselamatan dapat terjadi karena perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah (Yoel 2:20-21). Saat Tuhan memulihkan Sion dan Yerusalem, maka mulut kita penuh dengan tertawa dan lidah kita dengan sorak-sorai. Kita bersukacita sebab Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita (Mazmur 126:1-3). Dalam suasana Yerusalem (Pengajaran Mempelai Alkitabiah) pasti terjadi keselamatan oleh perkara-perkara besar yang dilakukan Allah kepada kita, jika kita benar-benar menempatkan Kristus sebagai Kepala.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada Kisah Para Rasul 2:37-40, Petrus, yang penuh dengan Roh Kudus, tampil dengan berani dan berkotbah menyampaikan Firman Allah. Pada akhirnya dia berkata, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” dan “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.” Apa yang diucapkan Petrus itu berlaku bagi bangsa Israel/Yahudi dan keturunan mereka, juga bagi orang yang masih jauh (bangsa kafir) sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan. Bersyukurlah kita, yang termasuk dalam orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk menerima janji-Nya. Kesimpulan dari ucapan Petrus di atas adalah: supaya selamat, kita harus bertobat, dibaptis dalam nama Yesus, dan menerima karunia Roh Kudus. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Keadaan dunia yang semakin jahat membuat kita perlu diselamatkan. Dengan menerima Firman, kita dapat bertobat. Siapapun yang mau bertobat pasti selamat, sebab dosanya dihapuskan (Kisah Para Rasul 3:19). Dan sesungguhnya, dosalah yang membuat manusia tidak selamat. Orang jahat atau orang fasik pasti mati. Tetapi jika ia mau bertobat, ia pasti hidup dan tidak akan mati, karena Tuhan tidak berkenan pada kematian orang fasik, melainkan berkenan pada pertobatan orang fasik dari kelakuannya supaya ia hidup. Seperti yang dijanjikan Tuhan, apabila ia bertobat dari dosanya dan melakukan keadilan dan kebenaran, tidak berbuat curang lagi, maka ia pasti hidup (Yehezkiel 18:21; 33:11-16). &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagaimana ia bisa bertobat jika tidak ada Firman yang menegor, mengoreksi, menyatakan kesalahan/segala kejahatan kita? Sebab orang yang berbuat jahat bagaikan orang yang mabuk, ia tidak sadar atas perbuatannya. Maka pada saat ia menyadarinya melalui Firman yang telah didengarnya, ia akan merasa mual mengingat segala kejahatannya (Yehezkiel 36:31). Saat mengakui segala dosa dan kejahatan kita, maka pertobatan kita mendatangkan keselamatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Baptisan air adalah sebagai tanda pertobatan, sebab prakteknya disertai dengan pengakuan dosa (Matius 3:5-6, 11). Injil Markus 16:15-16 menuliskan, bahwa siapa yang percaya (dibuktikan dengan menerima Firman yang diberitakan) dan dibaptis, akan diselamatkan. Sedangkan yang tidak percaya akan dihukum. Maka ada tanda-tanda atau kuasa yang menyertai orang-orang percaya, seperti yang terdapat pada ayat 17-18.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Baptisan air adalah kiasan dari keselamatan, yang sebenarnya adalah memohon hati nurani yang baik kepada Allah (1 Petrus 3:21). Roma 6:4 mengatakan, dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian supaya dibangkitkan sama seperti Kristus dan hidup dalam hidup yang baru. Jika kita pernah dibaptiskan air tetapi hidup dalam kejahatan dan kemudian bertobat, maka tidak perlu dibaptis kembali atau berulang kali, melainkan dengan mandi air Firman (Efesus 5:26). Dengan demikian kita memperoleh keselamatan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Roh Kudus adalah pemberian atau anugerah. Allah dari mulanya telah memilih kita untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kita dan dalam kebenaran yang kita percayai (2 Tesalonika 2:13). Roh Kudus adalah Penolong, Penghibur, menjadikan kita anak-anak Allah sehingga kita dapat berseru: “Ya Abba, ya Bapa!” (Roma 8:15-16). Pada saat kita tiba pada titik kelemahan sehingga tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa, Roh itu menjadi jaminan keselamatan kita, dengan membantu menaikkan doa kita kepada Bapa, sehingga Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (ayat 26-28).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan berada di Yerusalem, kita pasti selamat. Dengan menerima Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah yang senantiasa mengoreksi hidup kita, maka ada kesempatan bagi kita untuk bertobat (selamat dari kematian), dibaptis (selamat dalam hidup yang baru), dan menerima karunia Roh Kudus (selamat karena pertolongan Tuhan). Haleluya!&lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Tue, 08 Jun 2010 12:12:16 GMT</pubDate></item><item><title>Jangan Tinggalkan Yerusalem!</title><link>http://www.papma-kasih.org/kut160510.aspx</link><description>Sebagai yang diutus Bapa, Tuhan Yesus telah menyelesaikan tugas-Nya di bumi, yang puncaknya adalah penderitaan-Nya di kayu salib sampai Ia menyerahkan Roh-Nya dan mati. Tiga hari kemudian Dia bangkit dan hidup, dan setelah 40 hari terangkatlah Ia ke sorga. Sampai sekarang pun Dia hidup dan hadir di tengah-tengah ibadah kita sebagai Kepala.</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 1:1-5, 8-9&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai yang diutus Bapa, Tuhan Yesus telah menyelesaikan tugas-Nya di bumi, yang puncaknya adalah penderitaan-Nya di kayu salib sampai Ia menyerahkan Roh-Nya dan mati. Tiga hari kemudian Dia bangkit dan hidup, dan setelah 40 hari terangkatlah Ia ke sorga. Sampai sekarang pun Dia hidup dan hadir di tengah-tengah ibadah kita sebagai Kepala.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kenaikan Tuhan Yesus merupakan bagian dari rangkaian peringatan Paskah kita. Pada tradisi bangsa Israel, hari raya Paskah dilaksanakan berdasarkan peraturan tentang penyembelihan anak domba. Nama lainnya adalah hari raya Roti Tidak Beragi. Lima puluh hari kemudian, barulah mereka merayakan hari raya Pentakosta. Bagi kita sekarang, setelah kebangkitan Tuhan Yesus maka dihitung 40 hari dan kemudian Tuhan Yesus naik ke sorga. Sepuluh hari kemudian adalah hari Pentakosta, saat turunnya Roh Kudus.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebelum terangkat ke sorga, Yesus melarang murid-murid-Nya meninggalkan Yerusalem supaya menantikan janji Bapa, yaitu baptisan Roh Kudus. Jika Yohanes membaptis dengan air, maka tidak lama lagi mereka akan dibaptis dengan Roh Kudus. Hal ini juga memberi pengertian bahwa, sebelum dibaptis dengan Roh Kudus, maka harus mengalami baptisan air lebih dahulu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yesus adalah Pembaptis Roh Kudus. Roh Kudus bagaikan air hidup yang masuk ke dalam hidup kita, sebagai wadahnya. 1 Korintus 3:16; 6:19-20 mengatakan, bahwa kita adalah bait Allah dan Roh Allah diam di dalam kita; merupakan bait Roh Kudus, yang kita peroleh dari Allah, sebab kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar untuk menjadi milik Kristus. Untuk itulah kita harus dibersihkan dengan kiasannya, yaitu melalui baptisan air (1 Petrus 3:21-22). Tentang baptisan air, Alkitab menjanjikan, bahwa barangsiapa yang percaya dan dibaptis, akan diselamatkan (Markus 16:16).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Baptisan air bukanlah untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah oleh kebangkitan Yesus Kristus. Hati nurani yang baik pasti menginginkan suatu hidup yang baik (Ibrani 13:18-19). Roh Kudus tidak akan dapat masuk apabila hati nurani kita ini kotor. Tidak mungkin suatu wadah yang kotor dipakai untuk menampung air yang bersih. Maka apabila kita sudah menjadi wadah yang bersih, Roh Kudus akan diterima oleh mereka yang percaya dan dari dalam perutnya akan mengalir aliran-aliran air hidup (Yohanes 7:37-39).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tanda bahwa kita memiliki hati nurani yang baik adalah mau menuruti perintah Tuhan. Berkenaan dengan pesan Tuhan Yesus supaya murid-murid tidak meninggalkan Yerusalem, sebab Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus pada waktu mereka berkumpul di sana, para murid menuruti perintah itu. Mengapa harus Yerusalem? Mengapa bukan Betlehem, Nasaret, Bukit Zaitun ataupun Betania?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Zakharia 12:10 menuliskan, bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh pengasihan dan Roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem. Daud telah dipilih dan ditetapkan Tuhan menjadi raja atas bangsa Israel. Selain sebagai raja, Daud juga sebagai gembala atas Israel (2 Samuel 5:2). Dalam 2 Samuel 5:3-10 diceritakan, bahwa pada waktu itu pusat pemerintahan Daud adalah di Hebron. Ketika hendak merebut Yerusalem, orang-orang Yebus, yakni sisa-sisa bangsa kafir yang berada di Kanaan, yang seharusnya ditumpas semua tetapi ternyata tidak sehingga dapat menguasai Yerusalem, mengejek-ejek Daud. Mereka mengejek, “Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Tetapi Daud berhasil merebut kubu pertahanan Sion – sebutan bagi Yerusalem – yang kemudian juga disebut Kota Daud. Kita ingat, bahwa Yesus disebut juga akar Daud (Wahyu 22:16) dan Dia adalah Mempelai Pria yang berkemenangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam kitab Mikha 4:1-2 dikatakan, bahwa dari Sion akan keluar pengajaran dan Firman Tuhan dari Yerusalem. Yerusalem telah menjadi pusat pemerintahan raja Daud dan di sana ada Firman pengajaran. Bagi kita sekarang, Yerusalem bukanlah dalam arti kota yang sedang diperebutkan oleh berbagai bangsa saat ini, melainkan rumah Allah, tempat ibadah kita. Di dalam rumah Allah keluar Firman pengajaran, yang bagi kita adalah Pengajaran Mempelai Alkitabiah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apabila ada Firman pengajaran, maka alat-alat perang akan diubah menjadi alat-alat pertanian. Pedang akan ditempa menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas (Mikha 4:3). Tidak akan ada lagi belajar perang, berarti ada damai. Pedang dan tombak telah ditanggung Yesus di kayu salib, di mana Dia ditangkap dengan pedang dan setelah Ia mati, lambung-Nya ditombak oleh seorang prajurit. Bila Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah kita hayati, maka ada damai, ada filadelfia – kasih persaudaraan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bersyukurlah, bahwa kita sekarang telah berada dalam suasana Yerusalem. Terhadap kota yang lain tidak ada dikatakan: Betlehem baru - walaupun itu merupakan kota Daud, atau Yerikho baru, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, turutilah perintah Tuhan: Jangan meninggalkan Yerusalem! Dalam suasana Sion/Yerusalem kita memiliki&amp;nbsp; Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah, yang nantinya akan membawa kita menuju kota mempelai di Yerusalem baru. Haleluya!&lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Wed, 19 May 2010 12:28:16 GMT</pubDate></item><item><title>Penyertaan Tuhan</title><link>http://www.papma-kasih.org/kut170110.aspx</link><description>Kita memiliki seorang Kepala yang berkemenangan dan nama-Nya ialah Yesus. Dialah yang menyelamatkan umat-Nya dari bayang-bayang maut karena dosa. Dia pun telah menaklukkan segala musuh yang ada di bumi, di bawah bumi, maupun malaikat-malaikat di sorga yang telah melawan Dia. Karena Yesus adalah akar Daud yang telah menang, maka bersama Yesus kita pasti bermenangan. Haleluya!</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Yosua 1:1-7&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita memiliki seorang Kepala yang berkemenangan dan nama-Nya ialah Yesus. Dialah yang menyelamatkan umat-Nya dari bayang-bayang maut karena dosa. Dia pun telah menaklukkan segala musuh yang ada di bumi, di bawah bumi, maupun malaikat-malaikat di sorga yang telah melawan Dia. Karena Yesus adalah akar Daud yang telah menang, maka bersama Yesus kita pasti bermenangan. Haleluya!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nama “Yesus” dalam bahasa Ibrani adalah Yosua, artinya: Juruselamat. Kita pun mengetahui kisah Yosua di dalam Alkitab. Setelah kematian Musa, maka tongkat estafet kepemimpinan dipegang oleh Yosua/Yusak. Dan sekarang Tuhan langsung berfirman kepada Yosua, seperti Dia telah berfirman kepada Musa: “... seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka ...”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Janji penyertaan Tuhan kepada Yosua adalah sama seperti Dia telah menyertai Musa dan membesarkan namanya di depan seluruh orang Israel (Yosua 4:14; 3:7). Musa disertai Tuhan dalam setiap pergumulan hidupnya sejak masih bayi sampai menjadi dewasa, ketika pertama kali memimpin bangsa Israel sampai mereka keluar dari perbudakan di tanah Mesir, dan hingga mencapai umur 120 tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebelum kematiannya, Musa menyerahkan kepemimpinan atas bangsa Israel kepada Yosua (Ulangan 31:1-3). Menjelang kematiannya, Musa naik ke gunung Nebo dan mendapat kesempatan untuk melihat keindahan tanah Kanaan, negeri yang telah dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Musa mati dalam usia 120, matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Mata yang belum kabur menunjukkan bagi kita supaya mata rohani kita harus jelas terbuka, jangan sampai dikaburkan oleh pengaruh-pengaruh dunia ini. Kekuatan iman kita pun jangan sampai hilang, melainkan harus tetap semangat, seperti yang dinasihatkan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 16:13-14.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah menangisi kematian Musa selama 30 hari, maka Yosua yang telah ditahbiskan menjadi penerus Musa dengan penumpangan tangan ke atasnya, penuh dengan roh kebijaksanaan. Orang Israel pun mau mendengarkan dia seperti mereka mendengarkan Musa, yang telah dipakai Tuhan begitu hebat, dengan segala tanda dan mujizat (Ulangan 34:8-12).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Firman Tuhan kepada Yosua dalam Yosua 1:5 adalah sama seperti pesan Musa kepadanya, yaitu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu, Tuhan tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Ulangan 31:5-8). Ini membuktikan bahwa meskipun Musa telah mati, janji Firman Tuhan tidak pernah berubah, dan bahkan sampai Perjanjian Baru pun masih diperdengarkan (Ibrani 13:5). Oleh sebab itu, dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan hidup, taruhlah Tuhan Yesus sebagai Kepala, yang tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan kita. Jangan sampai karena pengalaman dan kepandaian membuat kita membiarkan dan meninggalkan Yesus, sehingga menghadapinya dengan kekuatan sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena Tuhan tidak membiarkan dan tidak meninggalkan, maka janganlah pula kita takut dan patah hati. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! (Ulangan 31:8, 6). Seberat apa pun permasalahan yang kita hadapi, bagaikan bangsa Israel yang hendak masuk negeri Kanaan dengan harus menyeberangi sungai Yordan, biarlah Dia sendiri yang menyeberang di depan kita. Taruhlah Yesus sebagai Kepala, yang memimpin kita di depan. Dengan demikian kita dapat melihat pertolongan-Nya yang nyata di hadapan kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tuhan yang berjalan di depan pernah dialami oleh Musa dan bangsa Israel dalam Keluaran 13:17-22. Dengan Dia berada di depan, maka Tuhan lebih tahu apa yang ada di depan bangsa Israel. Tuhan pula yang membuat bangsa Israel berjalan memutar melewati padang gurun, setelah keluar dari Mesir. Hal ini dikarenakan sifat bangsa Israel yang mudah patah semangat ketika menghadapi peperangan. Jika Tuhan menuntun mereka di jalan yang singkat menuju Kanaan, mereka bisa lekas berbalik ke Mesir dari pada menghadapi peperangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penyertaan Tuhan dengan berjalan di depan bangsa Israel dinyatakan dalam tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari untuk menerangi mereka. Dapatlah kita bayangkan kebesaran Tuhan atas bangsa Israel yang jumlahnya kira-kira 2 juta orang, dalam perjalanan mereka selama 40 tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Biarkan Tuhan berjalan di depan kita sebagai Kepala, sehingga kita tidak akan dibiarkan dan tidak akan ditinggalkan-Nya. Dia akan selalu menjadi Penolong kita sampai sekarang dan kita senantiasa melihat kebesaran Tuhan dalam hidup kita. Amin!&lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Wed, 19 May 2010 12:26:42 GMT</pubDate></item><item><title>Kemenangan sebagai Raja dan Tuan</title><link>http://www.papma-kasih.org/kut210310.aspx</link><description>Yesus sebagai Juruselamat juga diperkenalkan sebagai Kepala jemaat/gereja, Mempelai Pria. Dialah Anak Domba yang telah tersembelih. Jika kita mengakui kuasa darah Anak Domba, maka Dia menjadi Juruselamat kita. Anak Domba yang berkemenangan itu juga disebut sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Di dunia ini terdapat banyak raja dan tuan, tetapi Yesus melebihi mereka semua.</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Wahyu 17:14&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yesus sebagai Juruselamat juga diperkenalkan sebagai Kepala jemaat/gereja, Mempelai Pria. Dialah Anak Domba yang telah tersembelih. Jika kita mengakui kuasa darah Anak Domba, maka Dia menjadi Juruselamat kita. Anak Domba yang berkemenangan itu juga disebut sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Di dunia ini terdapat banyak raja dan tuan, tetapi Yesus melebihi mereka semua.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam 1 Korintus 5:7b dikatakan, bahwa Anak Domba Paskah yang telah disembelih itu ialah Kristus. Dia telah ‘disembelih’ di atas kayu salib. Karena Dia adalah Anak Domba yang berkemenangan, maka Dia layak menjadi Kepala, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka yang bersama-sama dengan Anak Domba akan menang, yaitu yang terpanggil, dipilih, dan yang setia sebagai domba-domba-Nya. Kepala dari kawanan domba adalah gembala. Domba-domba pasti mengenal suara gembalanya, saat gembala memanggil masing-masing dombanya menurut namanya. Inilah suatu kerja sama antara domba dan gembala, baik saat berada di dalam kandang maupun saat dibawa ke luar. Domba-domba pasti mengikuti gembalanya karena mengenal suaranya. Sedangkan orang asing pasti tidak mereka ikuti, malah lari dari padanya karena tidak mengenal suaranya (Yohanes 10:2-5). Karena itulah, hendaknya kita selalu peka terhadap suara Gembala dan selalu bersama-sama Dia dalam kawanan domba yang digembalakan-Nya. Kawanan domba yang selalu bersama-sama gembala pasti menang saat menghadapi serigala yang datang menyerang, sebab gembala pasti membela mereka dari ancaman bahaya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berkat kemenangan sebagai Raja adalah: raja memiliki kekuasaan yang mutlak dan akan dilanjutkan oleh keturunannya. Yesus adalah Raja yang memiliki kekuasaan mutlak; Dia sebagai buah sulung adalah Kepala tubuh, yaitu kita yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya (1 Korintus 15:23; Kolose 1:15-18).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai Raja di atas segala raja, Kristus memiliki segala pemerintahan, kekuasaan, dan kekuatan. Tidak ada seorangpun yang melebihi Dia, sebab segala musuh telah diletakkan di bawah kaki-Nya. Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, yaitu Kristus, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya dengan kuasa-Nya yang besar (Wahyu 11:15-17). Oleh sebab itu, semua yang ada di sorga bersama-sama 24 tua-tua yang duduk atas tahta di hadapan Allah, tersungkur dan menyembah Allah sambil mengucap syukur. Sebagai Raja yang berkemenangan dan penuh kekuasaan sampai segala musuh berada di bawah kaki-Nya, berarti Dia sanggup mengadakan pembelaan bagi sidang gereja-Nya, mempelai perempuan-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kristus adalah Tuan dan kita adalah hamba-Nya yang harus taat (Efesus 6:5-9). Upah adalah hak dari seorang hamba (Kolose 3:24; Roma 4:4). Jika kita menjadi hamba yang sungguh-sungguh bekerja, pasti akan mendapatkan upah atau berkat dari Tuhan, karena itu adalah hak kita. Sebagai contoh, hamba Tuhan yang melayani tempat kudus dan mezbah ataupun memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil atau dari mezbah/tempat kudus itu, sebagai haknya (1 Korintus 9:11-14). Tetapi prinsip Rasul Paulus, “Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.” (1 Korintus 9:15-16, 18). &lt;br /&gt;
	Tuan kita kaya, Dialah Empunya segala-galanya, yang menciptakan langit dan bumi. Emas dan perak sebagai lambang kekayaan, Dialah yang menciptakan (Hagai 2:9). Karena Dia adalah Tuan yang kaya, Dia ada kesanggupan untuk memelihara kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan memiliki Kristus sebagai Kepala, kita pasti menang oleh pembelaan dan pemeliharaan-Nya. Dialah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.&lt;/p&gt;</content><pubDate>Wed, 31 Mar 2010 15:04:38 GMT</pubDate></item><item><title>Mujizat yang Baik</title><link>http://www.papma-kasih.org/page10404923.aspx</link><description>Daud sebagai pribadi yang selalu berkemenangan, masih menaikkan doa syukur kepada Tuhan. Sebagai pribadi yang sangat dipakai Tuhan dari masa muda sampai menjadi raja, ia senantiasa memandang kepada Tuhan, yang berdiri di sebelah kanannya, dan ia tidak goyah (Kisah Rasul 2:25-28). Banyak kehidupan mengalami kekalahan dan kegagalan karena ia tidak dapat berdiri teguh sehingga selalu goyah.</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: 2 Samuel 7:18-24&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Daud sebagai pribadi yang selalu berkemenangan, masih menaikkan doa syukur kepada Tuhan. Sebagai pribadi yang sangat dipakai Tuhan dari masa muda sampai menjadi raja, ia senantiasa memandang kepada Tuhan, yang berdiri di sebelah kanannya, dan ia tidak goyah (Kisah Rasul 2:25-28). Banyak kehidupan mengalami kekalahan dan kegagalan karena ia tidak dapat berdiri teguh sehingga selalu goyah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan segala keterbatasannya, Daud memiliki pandangan rohani sehingga disebut juga sebagai nabi karena nubuatannya yang besar, tentang Yesus yang akan mati dan bangkit kembali (Kisah Rasul 2:29-35). Jika kita hidup dengan memperhatikan perkara rohani, maka Tuhan akan memberitahukan jalan kehidupan dan memberikan sukacita dengan limpah sehingga kita dapat diam dengan tenteram. Bagi kita sekarang, nubuatan yang besar itu adalah kita dijadikan sebagai sidang mempelai Tuhan. Secara akal manusia tidaklah mungkin, tetapi biarlah kita memiliki kehidupan rohani yang baik untuk dapat mengenal pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga melalui Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah. Baiklah kita arahkan pandangan pada Yesus, Mesias, di mana segala musuh telah ditaklukkan di bawah kaki-Nya, sehingga kita yang senantiasa memandang Dia ada kemenangan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam Mazmur 22:7-8, Daud dengan kerendahan hatinya mengatakan diri hanya ulat yang menjadi cela bagi manusia, dihina banyak orang, diolok-olok, dicibir dan setiap yang melihatnya menggelengkan kepala. Hal ini juga seringkali menjadi pengalaman hidup kita. Tetapi janganlah bersungut dan berbantah, melainkan bersikaplah seperti Daud (2 Samuel 7:20-24), yang menaikkan syukur dan memuliakan Allah karena telah melakukan perbuatan yang besar dan dahsyat. Perbuatan Tuhan yang besar dan dahsyat juga dinyatakan kepada bangsa Israel, yang membawa mereka keluar dari Mesir dengan lengan yang kuat dan tangan yang teracung dengan kedahsyatan yang besar (Ulangan 26:1-2, 6-11).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mujizat yang baik akan terjadi jika kita mau melakukan Firman Tuhan (2 Samuel 7:21). Sebaliknya kutuk atau mujizat yang tidak baik tersedia bagi orang yang tidak mau melakukan Firman Tuhan dengan setia (Ulangan 28:15, 21-22, 27, 45-46). Disebutkan juga dalam 2 Samuel 7:28-29 bahwa jika kita mau mengakui bahwa Firman adalah kebenaran, maka Tuhan akan memberikan perkara yang baik/berkat. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam setiap pergumulan hidup yang kita hadapi, baiklah tetap bersyukur dan berpegang pada Firman-Nya selalu. Maka pada saat kita berseru kepada-Nya, Tuhan akan mendengar dan melihat kita untuk memberikan kemenangan yang ajaib. Haleluya, amin !!! ( Pi )&lt;/p&gt;</content><pubDate>Mon, 29 Mar 2010 23:00:33 GMT</pubDate></item><item><title>Menjadi yang Terpanggil, Dipilih, dan Setia</title><link>http://www.papma-kasih.org/page10405631.aspx</link><description>Anak Domba adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah Kepala, yang sudah menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya. Oleh sebab itu, mereka yang bersama-sama dengan Anak Domba akan menang. Sebagai Raja yang berkemenangan, Dia sanggup mengadakan pembelaan dan sebagai Tuan yang kaya raya, Dia sanggup mengadakan pemeliharaan bagi kita.</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Wahyu 17:14&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Anak Domba adalah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah Kepala, yang sudah menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya. Oleh sebab itu, mereka yang bersama-sama dengan Anak Domba akan menang. Sebagai Raja yang berkemenangan, Dia sanggup mengadakan pembelaan dan sebagai Tuan yang kaya raya, Dia sanggup mengadakan pemeliharaan bagi kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka yang berperang melawan Anak Domba adalah antikris, yang digambarkan sebagai binatang yang berkepala tujuh dan memiliki sepuluh tanduk. Seorang perempuan menunggangi binatang tersebut, yaitu Babel. Babel adalah perempuan yang hendak menjadi kepala. Ia memerintah atas raja-raja di bumi (Wahyu 17:18), bertahta seperti ratu – raja perempuan, dan mengaku bukan janda (pasal 18:7). Babel pun bagaikan tuan kaya atas segala tuan atau pedagang-pedagang yang memiliki akses untuk memperdagangkan barang-barangnya dan menjadi kaya karena dia (ayat 11-15). Tetapi itu hanya sementara, sebab pada saatnya nanti raja-raja di bumi, yang hanya akan memerintah satu jam lamanya (pasal 17:12) dan telah berbuat cabul dengan Babel akan menangis dan meratap, melihat asap api yang membakarnya (pasal 18:9). Sedangkan para tuan-tuan kaya itu, dalam satu jam saja kekayaannya akan habis binasa (ayat 10, 16). Yesus, Anak Domba, sebagai Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan, telah mengalahkan mereka (ayat 2).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Wahyu 19:6-9 merupakan perayaan atas kemenangan Anak Domba dan Dia dinyatakan sebagai raja, yaitu dalam perjamuan malam kawin Anak Domba. Kekayaan-Nya yang tersebut dalam pasal 21:9-12, 19-21, membuktikan bahwa Ia adalah Tuan di atas segala tuan. Jika kita selalu menempatkan Dia sebagai Kepala dan kelak menjadi mempelai perempuan-Nya, maka kita pun akan menikmati segala yang dimiliki oleh Anak Domba. Untuk itu, kita harus menjadi yang terpanggil, dipilih, dan yang setia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagai yang terpanggil, Tuhan telah memanggil nama kita (Yesaya 43:1-2). Oleh sebab itu, hendaknya kita peka terhadap suara panggilan-Nya dan juga suara Firman-Nya (Ulangan 4:12, 36; 11:13-15), dibuktikan dengan kita mau datang beribadah kepada-Nya. Maka Tuhan akan memberkati kita dengan hujan awal dan hujan akhir, memberkati gandum, anggur, dan minyak kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebagaimana kita ketahui, sesuatu yang dipilih adalah yang terbaik. Tuhan pun meminta kita mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi Dia, jangan sampai ada yang cacat. Dalam Ulangan 33:13-17, Yusuf sebagai bayangan dari mempelai perempuan Tuhan, mendapatkan segala berkat yang terbaik dari Tuhan. Secara jasmani, ia adalah yang terbaik atau teristimewa di antara saudara-saudaranya. Hidupnya pun selalu disertai dengan perbuatan-perbuatan yang baik. Sebagai contoh, ia tidak mendendam terhadap perbuatan saudara-saudaranya yang jahat terhadapnya, melainkan pada masa paceklik ia justru menolong mereka. Sebagai pilihan Tuhan, kita harus berbuat yang terbaik, seperti Tuhan telah berbuat yang terbaik bagi kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setia adalah bertahan dalam segala masalah dan pergumulan. Kepada kita dikaruniakan bukan saja percaya kepada Kristus, melainkan juga menderita untuk Dia (Filipi 1:29-30; 2 Timotius 3:12-14). Sebagai contoh, Ayub adalah orang yang tetap setia kepada Tuhan, sekalipun harus mengalami penderitaan yang begitu berat (Yakobus 5:10-11). Dan pada akhirnya Ayub menjadi orang yang diberkati, sampai dua kali lipat. Ini merupakan bukti kemenangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan menjadi yang terpanggil, dipilih, dan setia, maka kemenangan dari Anak Domba sebagai Kepala dapat kita rasakan, di dalam pembelaan dan pemeliharaan-Nya. Segala puji hanyalah bagi Yesus, Mempelai Pria Sorga, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas sekalian tuan. Haleluya!&lt;/p&gt;</content><pubDate>Mon, 29 Mar 2010 22:57:12 GMT</pubDate></item><item><title>Tuhan Melakukan Keajaiban</title><link>http://www.papma-kasih.org/page10402614.aspx</link><description>“…Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau ke manapun engkau pergi…”, demikianlah Firman Tuhan kepada Yosua untuk menyeberangi sungai Yordan. </description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Yosua 1:9&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“…Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan Allahmu, menyertai engkau ke manapun engkau pergi…”, demikianlah Firman Tuhan kepada Yosua untuk menyeberangi sungai Yordan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Firman ini juga berlaku bagi kita saat menghadapi pergumulan hidup yang bagaikan menyeberang sungai Yordan. Tuhan menghendaki kita kuat dan teguh dengan berakar dalam Pengajaran Mempelai Alkitabiah. Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib. Seringkali hati menjadi kecut karena tidak berakar di dalam Yesus dan Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah . Hati yang tawar dibuktikan dengan tidak adanya semangat dalam ibadah, hanya berupa rutinitas belaka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yosua berkata kepada bangsa Israel, “Kuduskanlah dirimu, sebab besok Tuhan akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu (Yosua 3:5, 10). Tuhan sanggup melakukan keajaiban karena Dia adalah Allah yang hidup (Mazmur 77:12-15), yang berada di tengah-tengah umat-Nya, kepunyaan Tuhan (Wahyu 21:3). &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Oleh sebab itu, janganlah pernah melupakan keajaiban-keajaiban yang telah Tuhan kerjakan dalam kehidupan kita (Mazmur 78:11), supaya Allah tidak menjadi murka seperti yang terjadi kepada bangsa Israel (pasal 106:21-22, 39-45, 36-38). Mereka melupakan segala perbuatan baik yang telah dinyatakan Allah dan beribadah kepada berhala, hidup tidak kudus, mengorbankan anaknya untuk berhala, sehingga Allah menjadi murka dan jijik pada milik-Nya sendiri. Untuk masa sekarang, berhala itu dapat berupa pekerjaan, harta, uang, dan lain-lain, yang karenanya kita mengabaikan ibadah dan pelayanan. Mengorbankan anak sama artinya dengan tidak membimbing anak di jalan Tuhan tetapi membiarkan mereka terbawa arus dunia. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika kita menghadapi suatu permasalahan, janganlah pikiran kita hanya terpusat pada masalah itu, tetapi ingat segala perbuatan ajaib yang telah Dia kerjakan dalam hidup kita (Mazmur 77:12-15). Dia Allah yang sama; dulu, sekarang, dan selamanya. Dia Allah yang melakukan keajaiban, telah menyatakan kuasa-Nya di antara kita sehingga kita berkemenangan. Haleluya , amin !!! ( Pi ) &lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Fri, 19 Mar 2010 10:26:48 GMT</pubDate></item><item><title>Kuatkan dan Teguhkan Hati</title><link>http://www.papma-kasih.org/page10402422.aspx</link><description>&amp;nbsp;“Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini”. Kemenangan kita bukanlah oleh kekuatan kita sendiri, tetapi oleh Yesus yang telah menang atas segala musuh yang ada di bawah bumi, di bumi, dan di langit. Jika Yesus menang, maka kita, yang ada tanda sebagai milik-Nya, pasti menang (Galatia 6:17). </description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Yosua 1:1-8&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;“Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini”. Kemenangan kita bukanlah oleh kekuatan kita sendiri, tetapi oleh Yesus yang telah menang atas segala musuh yang ada di bawah bumi, di bumi, dan di langit. Jika Yesus menang, maka kita, yang ada tanda sebagai milik-Nya, pasti menang (Galatia 6:17). &lt;br /&gt;
	Di luar nama Yesus tidak ada kemenangan. Nama besar seseorang di dunia ini tidaklah selamanya&amp;nbsp; berkuasa, tetapi nama Yesus tidak pernah berubah, kekal untuk selamanya. Dialah singa Yehuda yang berkemenangan, nama-Nya sangat tinggi melintasi segala langit (Ibrani 4:14) lebih tinggi dari tingkap-tingkap sorga (Ibrani 7:26). Selama masih hidup di dunia kita dihadapkan pada banyak pergumulan. Tetapi janganlah putus asa. Tetap pegang janji Firman-Nya dan menempatkan Yesus sebagai Kepala, maka kita pasti menang.&lt;br /&gt;
	Dalam Yosua 1:1-8, pergumulan yang harus dihadapi Yosua dalam memimpin bangsa Israel menuju tanah perjanjian/Kanaan adalah harus menyeberangi sungai Yordan. Secara manusia hal ini mustahil. Tetapi Tuhan telah berjanji kepada Yosua bahwa Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkannya. Firman kepada Yosua&amp;nbsp; berlaku juga bagi kita sekarang, bahwa janji&amp;nbsp; Tuhan ini akan menjadi nyata jika hati kuat dan teguh, dengan sungguh-sungguh dalam Pengajaran Mempelai Alkitabiah dan merenungkan Firman-Nya siang dan malam, supaya kita bertindak hati-hati menurut Firman, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, maka perjalanan kita akan berhasil dan beruntung. Menyeberang sungai&amp;nbsp; Yordan, bagi kita sekarang,&amp;nbsp; bagaikan pergumulan dalam rumah tangga, pekerjaan, sekolah, usaha yang secara manusia rasanya tidak sanggup untuk dihadapi. Tapi kita tidak perlu kecut dan tawar hati sebab Allah menyertai kita ke manapun kita pergi (Yosua 1:9).&lt;br /&gt;
	Yosua 1:16-18 menyebutkan pernyataan bangsa Israel yang juga menjadi pernyataan kita sekarang, setelah Yosua menyampaikan Firman Tuhan, bahwa segala yang diperintahkan akan dilaksanakan dan ke manapun disuruh akan pergi. Bagi kita sekarang adalah dengan mau dengar-dengaran suara Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah dan suara gembala dalam gerak PMA. &lt;br /&gt;
	Janji kemenangan hanya dalam nama Yesus, mengapa kita harus takut? Kuatkan dan teguhkanlah hatimu karena Yesus Kepala adalah Penolong kita. Haleluya, amin!!! ( Pi )&lt;br /&gt;
	&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Fri, 19 Mar 2010 10:25:15 GMT</pubDate></item><item><title>Penyertaan Tuhan</title><link>http://www.papma-kasih.org/page1040175.aspx</link><description>Kita memiliki seorang Kepala yang berkemenangan dan nama-Nya ialah Yesus. Dialah yang menyelamatkan umat-Nya dari bayang-bayang maut karena dosa. Dia pun telah menaklukkan segala musuh yang ada di bumi, di bawah bumi, maupun malaikat-malaikat di sorga yang telah melawan Dia. Karena Yesus adalah akar Daud yang telah menang, maka bersama Yesus kita pasti bermenangan. Haleluya!</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Yosua 1:1-7&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita memiliki seorang Kepala yang berkemenangan dan nama-Nya ialah Yesus. Dialah yang menyelamatkan umat-Nya dari bayang-bayang maut karena dosa. Dia pun telah menaklukkan segala musuh yang ada di bumi, di bawah bumi, maupun malaikat-malaikat di sorga yang telah melawan Dia. Karena Yesus adalah akar Daud yang telah menang, maka bersama Yesus kita pasti bermenangan. Haleluya!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nama “Yesus” dalam bahasa Ibrani adalah Yosua, artinya: Juruselamat. Kita pun mengetahui kisah Yosua di dalam Alkitab. Setelah kematian Musa, maka tongkat estafet kepemimpinan dipegang oleh Yosua/Yusak. Dan sekarang Tuhan langsung berfirman kepada Yosua, seperti Dia telah berfirman kepada Musa: “... seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka ...”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Janji penyertaan Tuhan kepada Yosua adalah sama seperti Dia telah menyertai Musa dan membesarkan namanya di depan seluruh orang Israel (Yosua 4:14; 3:7). Musa disertai Tuhan dalam setiap pergumulan hidupnya sejak masih bayi sampai menjadi dewasa, ketika pertama kali memimpin bangsa Israel sampai mereka keluar dari perbudakan di tanah Mesir, dan hingga mencapai umur 120 tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebelum kematiannya, Musa menyerahkan kepemimpinan atas bangsa Israel kepada Yosua (Ulangan 31:1-3). Menjelang kematiannya, Musa naik ke gunung Nebo dan mendapat kesempatan untuk melihat keindahan tanah Kanaan, negeri yang telah dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak, dan Yakub. Musa mati dalam usia 120, matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang. Mata yang belum kabur menunjukkan bagi kita supaya mata rohani kita harus jelas terbuka, jangan sampai dikaburkan oleh pengaruh-pengaruh dunia ini. Kekuatan iman kita pun jangan sampai hilang, melainkan harus tetap semangat, seperti yang dinasihatkan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 16:13-14.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setelah menangisi kematian Musa selama 30 hari, maka Yosua yang telah ditahbiskan menjadi penerus Musa dengan penumpangan tangan ke atasnya, penuh dengan roh kebijaksanaan. Orang Israel pun mau mendengarkan dia seperti mereka mendengarkan Musa, yang telah dipakai Tuhan begitu hebat, dengan segala tanda dan mujizat (Ulangan 34:8-12).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Firman Tuhan kepada Yosua dalam Yosua 1:5 adalah sama seperti pesan Musa kepadanya, yaitu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu, Tuhan tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Ulangan 31:5-8). Ini membuktikan bahwa meskipun Musa telah mati, janji Firman Tuhan tidak pernah berubah, dan bahkan sampai Perjanjian Baru pun masih diperdengarkan (Ibrani 13:5). Oleh sebab itu, dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan hidup, taruhlah Tuhan Yesus sebagai Kepala, yang tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan kita. Jangan sampai karena pengalaman dan kepandaian membuat kita membiarkan dan meninggalkan Yesus, sehingga menghadapinya dengan kekuatan sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena Tuhan tidak membiarkan dan tidak meninggalkan, maka janganlah pula kita takut dan patah hati. Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! (Ulangan 31:8, 6). Seberat apa pun permasalahan yang kita hadapi, bagaikan bangsa Israel yang hendak masuk negeri Kanaan dengan harus menyeberangi sungai Yordan, biarlah Dia sendiri yang menyeberang di depan kita. Taruhlah Yesus sebagai Kepala, yang memimpin kita di depan. Dengan demikian kita dapat melihat pertolongan-Nya yang nyata di hadapan kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tuhan yang berjalan di depan pernah dialami oleh Musa dan bangsa Israel dalam Keluaran 13:17-22. Dengan Dia berada di depan, maka Tuhan lebih tahu apa yang ada di depan bangsa Israel. Tuhan pula yang membuat bangsa Israel berjalan memutar melewati padang gurun, setelah keluar dari Mesir. Hal ini dikarenakan sifat bangsa Israel yang mudah patah semangat ketika menghadapi peperangan. Jika Tuhan menuntun mereka di jalan yang singkat menuju Kanaan, mereka bisa lekas berbalik ke Mesir dari pada menghadapi peperangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penyertaan Tuhan dengan berjalan di depan bangsa Israel dinyatakan dalam tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari untuk menerangi mereka. Dapatlah kita bayangkan kebesaran Tuhan atas bangsa Israel yang jumlahnya kira-kira 2 juta orang, dalam perjalanan mereka selama 40 tahun.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Biarkan Tuhan berjalan di depan kita sebagai Kepala, sehingga kita tidak akan dibiarkan dan tidak akan ditinggalkan-Nya. Dia akan selalu menjadi Penolong kita sampai sekarang dan kita senantiasa melihat kebesaran Tuhan dalam hidup kita. Amin!&lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Sun, 17 Jan 2010 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Nama Yesus</title><link>http://www.papma-kasih.org/page10401348.aspx</link><description>Kita berkemenangan karena telah menempatkan Yesus sebagai Kepala, yaitu dengan mau melaksanakan segala yang Dia perintahkan kepada kita. Dan di dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, yang ada di atas bumi, dan yang ada di bawah bumi. Oleh nama Yesus, umat-Nya diselamatkan dari dosa.</description><content>
&lt;p&gt;Ayat Pokok: Filipi 2:8-11&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita berkemenangan karena telah menempatkan Yesus sebagai Kepala, yaitu dengan mau melaksanakan segala yang Dia perintahkan kepada kita. Dan di dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, yang ada di atas bumi, dan yang ada di bawah bumi. Oleh nama Yesus, umat-Nya diselamatkan dari dosa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam berkat kasih Yesus, kita diberi hak sebagai anak-anak sulung sehingga dapat masuk ke kota Allah yang hidup, yaitu di Yerusalem sorgawi atau Yerusalem baru (Ibrani 12:22-23). Oleh sebab itu, janganlah kita menjadi orang yang cabul dan mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya sehingga ketika hendak menerima berkat, ia ditolak (ayat 16-17).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kristus telah diberikan kepada jemaat sebagai kepala dari segala yang ada, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah, penguasa, dan setiap nama yang dapat disebut (Efesus 1:22-23) sehingga dalam nama Yesus semua akan bertekuk lutut kepada-Nya. Bila kita percaya kepada nama Yesus, maka betapa hebat kuasa-Nya bagi yang percaya! (ayat 19).&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nama “Yesus” merupakan nama dalam bahasa Yunani (Gerika). Bahasa Ibraninya adalah: Yosua; Yusak; Hosea, yang artinya: Yehova Juruselamat. Yosua berarti selalu perang dan menang. Dan Yesus memang selalu berkemenangan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di dalam kitab Yosua 1:1-6, Tuhan telah berjanji kepada Yosua bahwa Ia tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkannya, dan seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi Yosua seumur hidupnya. Salah satu perjuangan yang dihadapi Yosua adalah menyeberangi sungai Yordan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kitab Yosua 3:1-17 mengisahkan bagaimana bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan dengan dipimpin oleh Yosua. Sebelumnya, mereka bermalam di dekat sungai Yordan. Sesudah lewat 3 hari, maka tabut perjanjian yang diangkat oleh para imam dari suku Lewi, berangkat terlebih dahulu. Kemudian diikuti oleh bangsa Israel di belakangnya dengan jarak 2000 hasta panjangnya. Bagi kita, hal ini membayangkan tentang kuasa kebangkitan dan menaruh Yesus sebagai Kepala dengan Ia yang berjalan di depan kita. Tabut perjanjian merupakan kepala dari Tabernakel, sebab di sanalah Tuhan berhadirat dan berfirman. Bagi kita sekarang, tabut perjanjian adalah Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Segera sesudah kaki para imam yang mengangkat tabut perjanjian berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu terputus; air yang turun dari hulu berhenti mengalir menjadi bendungan, jauh sekali, sedang air yang turun ke Laut Asin, terputus sama sekali. Maka bangsa Israel dapat menyeberangi sungai Yordan, seperti dulu mereka menyeberangi Laut Teberau/Laut Asin. Kita jadi diingatkan bahwa segala musuh telah ditaklukkan di bawah kaki Yesus. Dengan menjadikan Yesus sebagai kepala, maka musuh kita berhasil ditaklukkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kemudian dalam Yosua 4:10-18, dikatakan bahwa bangsa Israel harus cepat-cepat menyeberangi sungai Yordan untuk mencapai Kanaan (bagi kita adalah Yerusalem baru) sementara para imam pengangkat tabut tinggal berdiri di tengah-tengah sungai Yordan. Ketika seluruh bangsa itu selesai menyeberang, barulah tabut Tuhan dan para imam menyeberang dan keluar dari sungai Yordan. Baru saja kaki para imam dijejakkan di tanah yang kering, maka air sungai Yordan berbalik dan kembali mengalir seperti sedia kala dan meluap di sepanjang tepinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan, pada waktu itulah Tuhan membesarkan nama Yosua di mata seluruh orang Israel, sehingga mereka takut kepadanya, seperti mereka takut kepada Musa seumur hidupnya (ayat 14). Takut di sini dalam arti hormat. Kembali kita diingatkan pada kebesaran nama Yesus, di mana semua bertekuk lutut kepada nama-Nya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Peristiwa bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan ini terjadi pada tanggal 10 bulan yang pertama (ayat 19). Dan pada hari ini pula, tanggal 10 bulan 1 di tahun 2010, kita yang percaya kepada nama Yesus sebagai Kepala, pasti berkemenangan! Haleluya! zha&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br /&gt;
	&lt;/p&gt;</content><pubDate>Sun, 10 Jan 2010 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Buah-buah Terang</title><link>http://www.papma-kasih.org/page10403158.aspx</link><description>Bersyukurlah, apabila Firman Tuhan mengatakan bahwa Kristus telah mengasihi jemaat, yang disebut juga ekklesia (dari bahasa Yunani), yaitu jemaat yang telah dikeluarkan dari kegelapan kepada terang yang ajaib. Artinya, dibawa untuk mengenal Allah secara tepat dan benar, karena sesungguhnya Allah adalah terang dan di dalam-Nya sama sekali tidak ada kegelapan (1 Yohanes 1:5).</description><content>
&lt;span lang="EN"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: 1 Petrus 2:9&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bersyukurlah, apabila Firman Tuhan mengatakan bahwa Kristus telah mengasihi jemaat, yang disebut juga ekklesia (dari bahasa Yunani), yaitu jemaat yang telah dikeluarkan dari kegelapan kepada terang yang ajaib. Artinya, dibawa untuk mengenal Allah secara tepat dan benar, karena sesungguhnya Allah adalah terang dan di dalam-Nya sama sekali tidak ada kegelapan (1 Yohanes 1:5).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai jemaat Allah, kita memerlukan terang dalam kehidupan kita. 2 Korintus 4:3-4 mengatakan bahwa dipindahkan dari kegelapan kepada terang bagaikan orang buta yang matanya telah dicelikkan, termasuk buta mata rohani (Efesus 1:18; Kisah Para Rasul 26:17-18).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Berada di dalam kegelapan bagaikan dalam kuasa iblis, sehingga mata rohani kita perlu dicelikkan untuk dapat dipindahkan dari kuasa iblis kepada Allah, dan dengan demikian kita memiliki pengampunan dosa. Berpindah dari kegelapan kepada terang bukan berarti kita disinari secara jasmani, melainkan terang itu bercahaya dari dalam hati kita (2 Korintus 4:4-6). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Musa pernah mengalami sinar/terang secara jasmani dan rohani. 2 Korintus 3:7 menyebutkan, "... Sebab sekalipun pudar, namun wajah Musa begitu terlihat cemerlang ..." Dalam Keluaran 34:27-35, kemuliaan Allah yang terpancar melalui wajah Musa ini terjadi saat ia menerima dua loh batu, yaitu sepuluh perintah Allah di gunung Sinai. Musa bergaul dengan Allah sedemikian erat sampai terang itu bersinar melalui wajahnya. Inilah bukti bahwa apabila seseorang telah dipindahkan dari kegelapan kepada terang, maka terang kemuliaan Allah itu bersinar dari dalam hatinya, yang terpancar pada wajahnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Supaya terang kemuliaan Allah dapat terpancar pada hati dan wajah, maka kita harus menerima Firman seperti Musa. Firman atau Injil apa yang harus kita terima? 2 Korintus 4:3-4 mengatakan, yang akan membawa kita kepada kemuliaan Kristus. Selama di gunung Sinai, Musa mendapatkan sepuluh hukum Allah yang ditulis dalam dua loh batu dan ajaran Tabernakel. Dua loh batu berarti Firman Allah dan Tabernakel merupakan gambaran sidang gereja Tuhan/mempelai perempuan. Kesimpulannya, kita membutuhkan Firman Pengajaran Mempelai Alkitabiah. Bila terangnya memenuhi hati kita maka akan menghasilkan buah-buah terang yaitu kebaikan, keadilan, dan kebenaran (Efesus 5:8-10).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kebaikan (Yohanes 10:9-10)&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan memosisikan diri-Nya sebagai seorang Gembala baik yang membela dan memelihara domba-domba-Nya. Ia memelihara kita dengan menjadi pintu supaya domba yang masuk keluar akan menemukan padang rumput. Ia akan membela dengan melindungi domba-Nya dari pencuri yang datang. Meskipun Tuhan telah banyak berbuat kebaikan, masih saja ada orang yang hendak melempari Yesus dengan batu (ayat 31). Biarlah terang kemuliaan Allah bersinar dalam kehidupan kita supaya kita dapat berbuat baik seperti Yesus.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Keadilan (Yohanes 8:12-13)&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam keadilan, Yesus menempatkan diri-Nya sebagai Terang dunia. Kepada kita, Yesus menampilkan keadilan-Nya dengan mau mengampuni dosa kita asal kita tidak mengulanginya lagi (ayat 11).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kebenaran (Yohanes 15:1-2)&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus adalah Pokok anggur yang benar. Jika kita mau menjadi benar seperti Yesus, maka kita harus menjadi ranting yang selalu menempel pada pokok anggur supaya senantiasa dibersihkan. Jangan sampai kita tinggalkan Pokok anggur yang benar supaya kita tidak menjadi ranting yang dibinasakan (ayat 6). Baiklah kita selalu tinggal/menempel pada pokok anggur sehingga saat kita menaikkan doa dan permohonan kepada Tuhan, Dia menjawab dengan memberi apa saja yang kita minta (ayat 7). Amin! szk&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Sun, 21 Jun 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Tanda sebagai Milik Kristus</title><link>http://www.papma-kasih.org/page12305246.aspx</link><description>Menjadi milik Kristus hendaknya selalu menjadi kerinduan dari tiap-tiap pribadi kita karena Kristus bukan saja mengasihi jemaat tetapi lebih dari pada itu, seperti yang diucapkan Rasul Paulus, bahwa Kristus telah mengasihi aku dan telah menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20). Menjadi milik Kristus berarti menjadi istri-Nya, sehingga istri adalah milik dari suami dan suami adalah milik dari istri (1 Korintus 7:2). Selain itu, istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri tetapi suaminya dan sebaliknya (ayat 4). Berarti tubuh kita sudah menjadi hak dari Suami, yaitu Tuhan Yesus.</description><content>
&lt;span lang="EN"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: Galatia 6:17&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menjadi milik Kristus hendaknya selalu menjadi kerinduan dari tiap-tiap pribadi kita karena Kristus bukan saja mengasihi jemaat tetapi lebih dari pada itu, seperti yang diucapkan Rasul Paulus, bahwa Kristus telah mengasihi aku dan telah menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20). Menjadi milik Kristus berarti menjadi istri-Nya, sehingga istri adalah milik dari suami dan suami adalah milik dari istri (1 Korintus 7:2). Selain itu, istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri tetapi suaminya dan sebaliknya (ayat 4). Berarti tubuh kita sudah menjadi hak dari Suami, yaitu Tuhan Yesus.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Galatia 6:17 Rasul Paulus berkata, "... pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus." Ayat tersebut tidak menuliskan bahwa tanda-tanda sebagai milik Yesus ada pada hati atau pikiran. Oleh sebab itu, barangsiapa yang menjadi milik Kristus Yesus ia telah menyalibkan daging (tubuh) dengan segala hawa nafsu dan keinginannya (pasal 5:24). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Memiliki tanda sebagai milik Tuhan Yesus pada tubuh kita sangatlah penting. Bila kita membaca Yehezkiel 9:1-6, dijelaskan bahwa setiap orang yang tidak memiliki tanda huruf T (tanda salib) pada dahi harus dibunuh dan dimusnahkan tanpa rasa sayang dan tanpa belas kasihan, tetapi yang memiliki tanda itu tidak boleh disinggung. Penghakiman ini dimulai dari tengah-tengah kota yaitu Yerusalem. Dikatakan pula dalam 1 Petrus 4:17, bahwa penghakiman dimulai dari rumah Allah. Jika jemaat yang berada dalam rumah Allah saja dihakimi, apalagi mereka yang tidak mengenal Allah dan tidak percaya kepada Firman-Nya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apabila pada tubuh kita tidak terdapat tanda-tanda sebagai milik Kristus, maka akan ada tanda yang lain, yaitu bilangan 666 pada dahi dan tangan, yang terjadi pada masa antikris (Wahyu 13:16-18). Semua orang akan diberi tanda itu, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, dan tidak ada seorang pun yang dapat membeli atau menjual tanpa tanda itu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Berbanggalah kita yang penuh dengan dosa ini, karena telah Tuhan pilih dan tebus untuk menjadi milik-Nya dan diberi tanda sebagai kepunyaan-Nya, sehingga bukan tanda 666 yang ada pada tubuh kita. Kristus telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya bagi kita. Bila kita mengasihi Dia dan memberikan tubuh kita kepada-Nya, pastilah diselamatkan-Nya dari ancaman antikris.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Keadaan dunia sekarang ini sudah menunjukkan kegenapan Firman Tuhan di akhir zaman. Bela sampar dan kegoncangan ekonomi dunia sudah menyebar, ke manakah kita akan berlindung? Marilah kita serahkan seluruh tubuh hanya kepada Tuhan Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorga supaya dengan memiliki tanda sebagai milik-Nya atau tanda salib pada dahi, kita diluputkan dari segala hal yang mengancam tubuh. Sebagai mempelai perempuan-Nya, kita pasti dibela dan dipelihara. Haleluya, amin!!! pi&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Fri, 01 May 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Menyatu dengan Kristus</title><link>http://www.papma-kasih.org/page12305725.aspx</link><description>
&lt;p&gt;Apabila kita mau mengenal Dia yang akan datang nanti, sebaiknya mulai sekarang kita mengenal Kristus, yang telah mengasihi jemaat dan yang telah mengorbankan diri-Nya bagi kita. Dan supaya tubuh kita kelak menjadi sama seperti Dia dan dapat melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya, kita harus mempersembahkan tubuh kepada Tuhan sebagai korban yang hidup – bukan korban yang mati, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1), yaitu dengan beribadah kepada-Nya. Dengan demikian kita telah menyatu dengan Dia dan menjadi milik Kristus yang disertai tanda-tanda pada tubuh kita ini (Galatia 6:17). &lt;/p&gt;</description><content>
&lt;span lang="EN"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: Ibrani 10:5-10&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kasih Kristus kepada kita telah dibuktikan dengan suatu pengorbanan. Bukan dengan korban binatang melainkan tubuh-Nya sendiri. Ia telah menyerahkan diri-Nya sebagai pengganti segala korban bakaran dan korban penghapus dosa menurut hukum Taurat, satu kali untuk selama-lamanya guna kepentingan kita (Ibrani 9:24-27).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kristus telah menyatakan diri-Nya untuk menghapus dosa banyak orang (1 Yohanes 3:5) dan Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia (Ibrani 9:28) sehingga kita dapat melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya sebagai Mempelai Pria Sorga (1 Yohanes 3:2). Kristus telah menyatakan diri-Nya, bagaikan Alfa, sedangkan Kristus akan menyatakan diri-Nya sekali lagi, bagaikan Omega.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apabila kita mau mengenal Dia yang akan datang nanti, sebaiknya mulai sekarang kita mengenal Kristus, yang telah mengasihi jemaat dan yang telah mengorbankan diri-Nya bagi kita. Dan supaya tubuh kita kelak menjadi sama seperti Dia dan dapat melihat Dia dalam keadaan yang sebenarnya, kita harus mempersembahkan tubuh kepada Tuhan sebagai korban yang hidup – bukan korban yang mati, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah (Roma 12:1), yaitu dengan beribadah kepada-Nya. Dengan demikian kita telah menyatu dengan Dia dan menjadi milik Kristus yang disertai tanda-tanda pada tubuh kita ini (Galatia 6:17). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menjadi kepunyaan Tuhan berarti nama telah terdaftar dalam buku kehidupan. Sebagai milik-Nya, kita tidak ada alasan untuk tidak mau beribadah dan melayani Dia. Bila mengabaikannya, nama kita bisa dihapus dari buku kehidupan (Mazmur 69:29) dan tidak ada lagi tanda sebagai milik Kristus.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menyatu dengan Kristus berarti kematian dan kehidupan Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kita. Saat menghadapi tanda kematian maupun tanda kebangkitan, kita selalu bersama-sama dengan Kristus: ditindas namun tidak terjepit, habis akal namun tidak putus asa, dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian, dan dihempaskan namun tidak binasa (2 Korintus 4:7-12). Semua itu karena kekuatan Allah yang melimpah di dalam diri kita sebagai kepunyaan-Nya. Dan jika kita bisa hidup sekarang ini, itu adalah Kristus yang hidup di dalam kita; tubuh daging kita hidup oleh iman kepada Anak Allah yang telah mengasihi aku dan yang telah menyerahkan diri-Nya untuk aku, yaitu tiap-tiap pribadi kita (Galatia 2:19-20).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kristus telah mengasihi kita dan telah menyerahkan diri-Nya bagi kita masing-masing sehingga sudah selayaknya kita pun mengasihi dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan setia dan sungguh-sungguh, dalam ibadah dan pelayanan kepada Tuhan. Terdapat nasihat dalam Roma 12:11, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." Haleluya, amin!!! pi&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Fri, 24 Apr 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Persembahan Tubuh dan Nyawa</title><link>http://www.papma-kasih.org/page12301145.aspx</link><description>Sebagai Kepala, Kristus telah mengasihi jemaat dengan menyerahkan
diri-Nya untuk menderita, dari kepala, tangan, kaki, maupun
punggung-Nya, sampai menyerahkan nyawa-Nya dengan mati di kayu salib.
Jika Kristus sebagai Mempelai Pria telah menyerahkan diri dan
nyawa-Nya, bagaimanakah sikap kita sebagai jemaat yang dikasihi-Nya?
Maukah kita menyatu dalam kasih-Nya dan menyerahkan diri serta nyawa
kita kepada-Nya?</description><content>Ayat pokok: Efesus 5:25&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai Kepala, Kristus telah mengasihi jemaat dengan menyerahkan diri-Nya untuk menderita, dari kepala, tangan, kaki, maupun punggung-Nya, sampai menyerahkan nyawa-Nya dengan mati di kayu salib. Jika Kristus sebagai Mempelai Pria telah menyerahkan diri dan nyawa-Nya, bagaimanakah sikap kita sebagai jemaat yang dikasihi-Nya? Maukah kita menyatu dalam kasih-Nya dan menyerahkan diri serta nyawa kita kepada-Nya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Roma 12:1 mengatakan, supaya kita mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan. Semua orang pasti memiliki tubuh sehingga dapat dipersembahkan kepada Tuhan sebagai ibadah yang sejati, untuk mengimbangi Kristus, yang telah menyerahkan tubuh-Nya bagi jemaat. Jika kita tidak mau mempersembahkan tubuh kepada Tuhan dan lebih menuruti keinginan daging, maka akan membuka perseteruan dengan Allah dan tidak berkenan kepada Allah, dan akhirnya berujung pada maut (pasal 8:5-8). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kristus telah menjadi daging, serupa dengan daging kita yang berdosa, untuk menanggung segala dosa kita (Roma 8:3). Walaupun demikian, daging Kristus berbeda dengan daging manusia. Daging-Nya tidak mengalami kebinasaan (Kisah Para Rasul 2:31-32), walaupun telah dikubur beberapa hari dan sebelumnya telah mengalami banyak luka-luka. Karena itulah, dalam perjamuan kudus kita tidak bersekutu dengan tubuh Kristus yang berupa daging mayat, melainkan tubuh yang tidak mengalami kebinasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyerahan tubuh kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya, bisa saja mengalami aniaya dan sengsara, seperti yang telah dialami Rasul Paulus dan Timotius. Mungkin untuk zaman sekarang tantangan ibadah kita bukan lagi aniaya secara fisik, tetapi bisa saja berupa pencobaan, sakit-penyakit, dan sebagainya. Namun semuanya itu jangan sampai membuat iman kita menjadi goyah (1 Tesalonika 3:3-5).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain menyerahkan diri atau tubuh, Kristus juga telah menyerahkan nyawa-Nya. Hendaknya kita pun tidak menyayangkan nyawa kita untuk melayani Dia (Yohanes 12:25-26). Janganlah kecewa apabila pelayanan kita seringkali tidak dihargai oleh manusia karena barangsiapa berani kehilangan nyawanya untuk melayani Tuhan, ia akan dihormati oleh Bapa. Tidak menyayangkan nyawa untuk melayani Tuhan bukan berarti harus mati, melainkan dibuktikan dengan selalu giat dalam pekerjaan Tuhan. Maka segala jerih payah kita tidaklah menjadi sia-sia (1 Korintus 15:58).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persembahkanlah tubuhmu kepada Tuhan dengan beribadah kepada-Nya dan persembahkanlah nyawamu untuk melayani Kristus, Mempelai Pria, yang telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya bagi kita. Amin. zha&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</content><pubDate>Fri, 17 Apr 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Kristus Telah Menyerahkan Diri-Nya Bagi Jemaat</title><link>http://www.papma-kasih.org/page12302720.aspx</link><description>
&lt;p&gt;Kebaktian Jumat Agung&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Karena kasih, Kristus telah menyerahkan diri-Nya atau nyawa-Nya bagi jemaat (1 Yohanes 3:16). Inilah bukti kasih Kristus sebagai Suami terhadap istri-Nya sendiri. Pengorbanan-Nya tidak dilakukan dengan terpaksa, walaupun sebelum itu Ia harus mengalami siksaan yang sedemikian rupa. &lt;/p&gt;</description><content>
&lt;span lang="EN"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: Efesus 5:25&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Karena kasih, Kristus telah menyerahkan diri-Nya atau nyawa-Nya bagi jemaat (1 Yohanes 3:16). Inilah bukti kasih Kristus sebagai Suami terhadap istri-Nya sendiri. Pengorbanan-Nya tidak dilakukan dengan terpaksa, walaupun sebelum itu Ia harus mengalami siksaan yang sedemikian rupa. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesaya 54:5-8 mengatakan, bahwa Dia yang telah menciptakan kita, yang adalah Penebus dan disebut Allah seluruh bumi, merupakan Suami kita. Dia sangat mengasihi kita, walaupun seringkali kita sebagai istri-Nya telah berlaku tidak setia kepada-Nya (Yeremia 3:20).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pelayanan Yesus di dunia adalah menyampaikan ajaran yang telah didengar-Nya dari Bapa. Dikatakan dalam Yesaya 50:4, bahwa Tuhan Allah telah memberikan kepada kita lidah seorang murid, supaya dengan perkataan kita dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu dan setiap pagi Ia mempertajam pendengaran kita untuk mendengar seperti seorang murid, maka seperti itulah yang telah Yesus lakukan dengan setia (ayat 5). Bahkan bukan hanya itu, Yesus pun rela memberi punggung-Nya untuk disesah, ditampar, dan diludahi walaupun Pilatus telah mengatakan bahwa Ia tidak bersalah (ayat 6-9; Yohanes 19:1-4). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sesah yang Yesus terima hingga keluar banyak darah dan kemudian Dia dipakaikan jubah ungu, tentulah jubah itu pun berubah warna seperti baju pengirik buah anggur karena telah bercampur dengan darah. Dalam Yesaya 63:1-6, kita dapat melihat nubuatan tentang Yesus yang telah dijadikan sebagai Edom (artinya: merah; merupakan nama lain dari Esau), yang seharusnya merupakan bangsa yang Tuhan khususkan untuk ditumpas (pasal 34:4-6). Amos 1:11 menuliskan bahwa ada 3 bahkan 4 kejahatan Edom, yaitu: mengejar saudaranya dengan pedang, mengekang belas kasihannya, memendam amarah untuk selamanya, dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Semuanya rela ditanggung Yesus bagi kita karena kasih sayang dan kasih setia-Nya. Dia tidak mengirim duta atau utusan untuk menyelamatkan dan menebus kita dari dosa (Yesaya 63:7-9). Seharusnyalah kita mengasihi Dia sebagai Suami dan setia kepada-Nya sebagai istri-Nya. Amin. zha&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Fri, 10 Apr 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Kasih Kristus sebagai Suami terhadap Jemaat</title><link>http://www.papma-kasih.org/page12303226.aspx</link><description>Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya sampai mati di kayu salib (Efesus 5:25; Filipi 2:6-8). Inilah kasih Tuhan Yesus sebagai Suami dan jemaat adalah istri-Nya. Oleh sebab itu kita sebagai jemaat-Nya harus mengasihi Dia sebagai Suami. Namun masih banyak orang Kristen, yang memiliki Alkitab yang sama, tidak meyakini bahwa Kristus adalah Suami bagi jemaat.</description><content>
&lt;span lang="EN"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: Efesus 5:25&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya sampai mati di kayu salib (Efesus 5:25; Filipi 2:6-8). Inilah kasih Tuhan Yesus sebagai Suami dan jemaat adalah istri-Nya. Oleh sebab itu kita sebagai jemaat-Nya harus mengasihi Dia sebagai Suami. Namun masih banyak orang Kristen, yang memiliki Alkitab yang sama, tidak meyakini bahwa Kristus adalah Suami bagi jemaat.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kasih Kristus terhadap jemaat tidak perlu kita ragukan lagi karena telah Dia buktikan. Justru kasih kita kepada-Nyalah yang masih perlu dipertanyakan, seperti Yesus yang bertanya sampai 3 kali kepada Simon Petrus tentang kasihnya kepada-Nya (Yohanes 21:15-17). Jika dihubungkan dengan Tabernakel, maka pertanyaan Yesus yang pertama tentang kasih Petrus ini bagaikan kasih pada tingkat halaman, yaitu kasih kepada Yesus secara umum, yang mungkin masih bisa terkeluar dari Tabernakel. Pada pertanyaan yang kedua kali, bagaikan kasih pada tingkat ruangan suci. Ini merupakan kasih kepada Tuhan yang disertai pengorbanan; masih lebih baik dari pada kasih secara umum. Dan pertanyaan Yesus yang ketiga menyangkut kasih pada tingkat ruangan maha suci Tabernakel. Ini merupakan kasih yang menyentuh hati, seperti Petrus yang kemudian bersedih hati ketika untuk ketiga kalinya Tuhan Yesus bertanya, apakah ia mengasihi Yesus. Oleh sebab itu, kasih kita kepada Kristus hendaknya semakin meningkat, sampai betul-betul menyentuh hati dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya. Mengasihi Tuhan janganlah berhenti sebatas kata-kata, melainkan harus keluar dari hati yang tulus dan sungguh-sungguh, dari hati yang telah dikerjakan oleh Firman. Rasul Paulus dalam suratnya di dalam 2 Korintus 12:1-4, telah bersaksi bahwa ia mendapat penglihatan, tiba-tiba diangkat sampai ke tingkat ketiga dari sorga. Hal ini membayangkan sampai ke tingkat ruangan maha suci dari Tabernakel, di mana terdapat alat Peti Perjanjian, tanda persekutuan antara Mempelai Pria dan jemaat sebagai mempelai perempuan-Nya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kristus telah mengasihi jemaat bagaikan Adam yang akhir, yang berasal dari Roh yang hidup (1 Korintus 15:45). Saat Allah menciptakan perempuan bagi Adam, Ia membuat Adam tidur nyenyak dan kemudian mengambil salah satu rusuknya untuk diciptakan-Nya menjadi seorang perempuan. Karena itulah, berlaku hukum bahwa seorang istri harus tunduk kepada suaminya sendiri dan seorang suami harus mengasihi istrinya sendiri disertai dengan pengorbanan, yaitu dengan membela dan memelihara.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tidur nyenyak adalah tanda kematian, seperti Yesus yang mati setelah menyerahkan nyawa-Nya (Yohanes 19:30, 32-33). Kematian Yesus ini sesuai dengan apa yang pernah Ia katakan dalam Yohanes 10:11, 17-18, bahwa Ia berkuasa menyerahkan nyawa dan berkuasa untuk mengambil nyawa-Nya kembali. Andaikata Yesus tidak menyerahkan nyawa-Nya, tentulah Ia tidak akan mati. Dan ketika para algojo melihat bahwa Ia telah mati, maka tulang kaki-Nya tidak dipatahkan. Tetapi salah satu prajurit kemudian menikam lambung-Nya dengan tombak sehingga keluar darah dan air (ayat 34). Kejadian ini mirip seperti Adam yang dibuat tidur lelap dan kemudian Tuhan mengambil salah satu rusuknya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tanda darah dan air pasti menyertai proses seorang ibu yang melahirkan anaknya. Baru kemudian ada tanda roh sebagai bukti adanya kehidupan dari anak yang dilahirkannya. Tanda darah dan air yang keluar dari lambung Yesus merupakan tanda kelahiran jemaat, kawanan domba yang digembalakan untuk menjadi mempelai Tuhan (Kisah Para Rasul 20:28). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebenarnya, kesempatan menjadi mempelai Tuhan ditujukan kepada umat Israel. Tetapi karena mereka telah menjadi domba yang tersesat dan terhilang, maka Tuhan Yesus harus mati di kayu salib (Matius 10:6; 15:24; Yohanes 10:11, 15). Sedangkan kita adalah golongan domba-domba lain, yang bukan dari kandang (Yohanes 10:16). Kita adalah domba-domba liar, yaitu bangsa kafir. Kesempatan untuk kita menjadi mempelai Tuhan terbuka ketika lambung Yesus ditikam sehingga mengeluarkan darah dan air, karena dengan demikian kita dapat masuk ke dalam satu kawanan domba Israel dan digembalakan dengan satu gembala. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Janganlah kita sia-siakan kesempatan berharga ini dengan tetap berada di dalam kandang penggembalaan-Nya dan mengasihi Dia dengan sepenuh hati, seperti kasih di dalam Kidung Agung 8:6-7. Apabila kita mengasihi Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan kasih yang tidak terpadamkan, maka kita akan merasakan pembelaan dan pemeliharaan-Nya karena Kristus telah mengasihi jemaat. Haleluya! zha&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Sun, 29 Mar 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Mengasihi dengan Perbuatan</title><link>http://www.papma-kasih.org/page12305549.aspx</link><description>
&lt;p&gt;"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." Penekanan Firman ini memberikan pengertian kepada kita bahwa filadelfia bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Hal ini hanya dapat terlaksana jika ada kepenuhan Firman di dalam hati. Disebutkan dalam Roma 10:8-10, bahwa Firman itu dekat pada kita, yakni di dalam mulut dan di dalam hati. Jika hati percaya dan penuh dengan Firman disertai pengakuan dari mulut berupa kesaksian yang tulus, maka dapat melaksanakan filadelfia (kasih dengan perbuatan).&lt;/p&gt;</description><content>
&lt;span lang="EN"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: 1 Yohanes 3:18&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." Penekanan Firman ini memberikan pengertian kepada kita bahwa filadelfia bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Hal ini hanya dapat terlaksana jika ada kepenuhan Firman di dalam hati. Disebutkan dalam Roma 10:8-10, bahwa Firman itu dekat pada kita, yakni di dalam mulut dan di dalam hati. Jika hati percaya dan penuh dengan Firman disertai pengakuan dari mulut berupa kesaksian yang tulus, maka dapat melaksanakan filadelfia (kasih dengan perbuatan).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Lukas 10:30-35 mengisahkan tentang perbuatan kasih dari orang Samaria kepada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, yang telah dirampok dan dipukuli oleh penyamun kemudian ditinggalkan setengah mati di jalan. Sebelumnya, seorang imam dan seorang Lewi lewat di jalan itu dan melihatnya tetapi mereka melewatinya dari seberang jalan. Ketika orang Samaria ini lewat, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan untuk menolongnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Lewi adalah salah satu suku Israel yang ditugaskan mengurus alat-alat Tabernakel dan mereka tidak mendapatkan hak warisan. Lewi menggambarkan tentang pelayan-pelayan Tuhan yang mengerti Firman pengajaran dan Tabernakel. Yang disebut imam adalah yang berasal dari keturunan Harun dan termasuk dari suku Lewi. Imam bagaikan para penyampai Firman pengajaran. Keduanya menunjukkan sebagai orang Kristen yang sungguh-sungguh, penuh dengan Firman namun hanya sampai di hati dan mulut, tidak ada perbuatan. Sedangkan orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho bagaikan orang yang mengalami suatu kemerosotan rohani karena Yerusalem adalah rumah Tuhan, tempat dari Firman pengajaran (Yesaya 2:2-3). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tanpa disadari, orang yang mengalami kemerosotan rohani hidupnya akan hancur habis-habisan. Orang yang demikian perlu belas kasihan dari kita untuk merampasnya dari api (Yudas: 22-23). Untuk menolongnya, terlebih dahulu kita harus kuat dalam pengajaran agar jangan sampai kalah terhadap mereka yang masih ragu-ragu, yaitu dengan memelihara diri kita dalam kasih Allah sehingga Dia memberikan kemenangan (ayat 21).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Orang Samaria memiliki latar belakang yang kurang baik dengan Israel (Yohanes 4:9). Orang Yahudi/Israel tidak mau bergaul dengan mereka, yang berasal dari campuran keturunan Yahudi dan kafir. Bagi orang Yahudi, mereka sama saja dengan orang kafir. Namun karena orang Samaria ini mau menolong orang yang turun dari Yerusalem, maka bisa dikatakan bahwa ia telah mengalami kelahiran baru dan secara rohani dapat disebut juga sebagai seorang Yahudi sejati (Roma 2:28-29).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Lukas 17:11-16 menyebutkan, bahwa dari 10 orang kusta yang telah ditahirkan, hanya satu orang yang kembali kepada Yesus dan tersungkur di hadapan-Nya sambil mengucap syukur, yaitu orang Samaria. Orang yang tahir bagaikan orang yang telah dilahirkan baru. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan Yesus yang secara manusia memang adalah orang Yahudi, telah dikatakan sebagai orang Samaria oleh orang-orang Yahudi itu sendiri (Yohanes 8:48). Dia yang tidak berdosa telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21). Orang Samaria dapat mengalami kelahiran baru karena ada korban penebusan dari Tuhan Yesus di kayu salib, yang telah merobohkan tembok perseteruan antara Yahudi dan Samaria, sehingga yang dahulu jauh sekarang telah menjadi dekat dan menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru (Efesus 2:13-16).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tanpa kelahiran baru maka tidak akan ada perbuatan filadelfia yang menuju pada pembangunan tubuh Kristus. Marilah kita melaksanakan filadelfia bukan hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan seperti yang dilakukan orang Samaria ini, baik pengorbanan tenaga (merebut nyawa) maupun dana (korban harta). Haleluya!!! Amin. pi&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Fri, 20 Mar 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Pakaian Keselamatan dan Jubah Kebenaran</title><link>http://www.papma-kasih.org/KU150309.aspx</link><description>Pada kita sendiri tidak ada kebenaran dan keselamatan melainkan dosa, yang upahnya adalah maut. Pakaian keselamatan dan jubah kebenaran Tuhan berikan kepada kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Roma 5:8-10, 12-15). Dan karena Yesus telah berkorban untuk keselamatan semua orang (1 Timotius 2:3-6), maka kita yang telah beroleh keselamatan jangan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri melainkan turut menyelamatkan mereka yang masih ragu-ragu dan dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa dengan jalan merampas mereka dari api neraka (Yudas :22-23).</description><content>
&lt;span style="FONT-SIZE: 10pt"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: Yohanes 1:47-51&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Arti dari nama Natanael ialah Allah telah memberi. Saat Yesus melihatnya, Ia berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Natanael adalah suatu gambaran kehidupan Kristen yang telah mengalami pembaruan, sebab ciri khas dari anak–anak Allah adalah murni/sejati, tidak ada kepalsuan atau kemunafikan. Karena itulah setiap orang yang mengalami pembaharuan harus membuang segala dusta dan berkata yang benar (Efesus 4:21-25). Jika masih ada dusta, berarti belum menjadi anak-anak Allah melainkan anak-anak iblis, yang adalah bapa pembohong. Dan di akhir zaman kita akan menghadapi berbagai kepalsuan dengan munculnya nabi–nabi palsu dengan pengajaran-pengajaran palsu. Mereka adalah orang–orang Kristen yang tidak mengalami pembaharuan dan terbiasa berdusta. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perkataan Tuhan Yesus tentang Natanael sebagai seorang Israel sejati merupakan kerinduan Tuhan akan sidang mempelai perempuan-Nya, yang memiliki terang dari matahari, bulan, dan bintang, yang berarti sama sekali tidak ada kegelapan atau kepalsuan sebab mempelai Tuhan adalah terang dunia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Di dalam Yesaya 62:1–5 dikatakan tentang Sion dan Yerusalem, yang adalah bayangan dari mempelai perempuan Tuhan, bahwa kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh, sehingga bangsa-bangsa akan melihat kebenarannya dan semua raja akan melihat kemuliaannya, serta mendapatkan nama baru dari Tuhan sendiri. Suatu kehidupan yang mengalami kelahiran baru akan memakai pakaian keselamatan dan jubah kebenaran (pasal 61:10). Ini merupakan pakaian dari mempelai perempuan Tuhan, bagaikan kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih (Wahyu 19:7-8), sama seperti pakaian dari Tuhan Yesus, yang menunggang kuda putih (ayat 14-15). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pada kita sendiri tidak ada kebenaran dan keselamatan melainkan dosa, yang upahnya adalah maut. Pakaian keselamatan dan jubah kebenaran Tuhan berikan kepada kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Roma 5:8-10, 12-15). Dan karena Yesus telah berkorban untuk keselamatan semua orang (1 Timotius 2:3-6), maka kita yang telah beroleh keselamatan jangan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri melainkan turut menyelamatkan mereka yang masih ragu-ragu dan dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa dengan jalan merampas mereka dari api neraka (Yudas :22-23). Dapat disimpulkan bahwa keselamatan oleh korban Tuhan Yesus merebut kita dari api neraka.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yohanes 17:17-19 mengatakan, bahwa Firman Tuhan adalah kebenaran. Tidak ada kebenaran yang kuat selain dari Firman (Efesus 1:13-14; Kolose 1:3-6). Mengenakan pakaian kebenaran berarti kita mau menerima kebenaran Firman Tuhan. Tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran (1 Yohanes 2:21) dan barangsiapa berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar (pasal 3:7). Oleh kekuatan Firman kita akan dibenarkan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Terdapat nasihat dalam 2 Tesalonika 3:13-15 supaya kita yang telah menerima berkat Firman tidak jemu-jemu berbuat baik terhadap mereka yang tidak mau mendengarkan Firman pengajaran. Janganlah kita menganggapnya sebagai musuh melainkan tegorlah dia sebagai saudara. Biarlah kebenaran Firman Tuhan yang nantinya akan merebut mereka dari kesesatan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cara dari Mempelai Pria untuk menyelamatkan kita adalah dengan telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya di kayu salib (Efesus 5:25, 23). Pakaian keselamatan Dia kenakan pada kita berupa pembelaan dan pemeliharaan (ayat 28-29). Pada ayat 26-27 terdapat jubah kebenaran yang Dia berikan kepada kita, yaitu dengan menguduskan, memandikan kita dengan air dan Firman melalui Pengajaran Mempelai Alkitabiah, supaya kita menjadi suatu kehidupan yang kudus dan tidak bercela di hadapan-Nya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dengan adanya pakaian keselamatan dan jubah kebenaran, kita tidak akan disebut "yang ditinggalkan suami" ataupun "yang sunyi", melainkan "yang bersuami" dan "yang berkenan kepada-Ku" (Yesaya 62:4) karena Kristus adalah Suami bagi orang yang telah mengalami kelahiran baru. Amin. szk&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Sun, 15 Mar 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item><item><title>Orang-orang Kudus</title><link>http://www.papma-kasih.org/KD270209.aspx</link><description>Yang dipercaya Tuhan Yesus untuk melayani adalah orang-orang kudus, yaitu yang ada tanda kelahiran baru oleh benih Firman. Kita harus menjadi kudus dengan hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu, sebab Kristus adalah kudus (1 Petrus 1:13-1).</description><content>
&lt;span style="FONT-SIZE: 10pt"&gt;
	&lt;p&gt;Ayat Pokok: Efesus 4:9-12&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kristus sebagai Kepala merindukan tubuh Kristus segera terbentuk. Untuk itu, Dia telah turun sampai ke bagian bumi paling bawah, yaitu alam maut, dan juga telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, yaitu di sebelah kanan Bapa. Dan Dia telah mengaruniakan jabatan rasul, nabi, penginjil, gembala, dan guru, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus. Segala pelayanan itu dilakukan atas dasar kasih dan mengarah kepada Kristus sebagai Kepala (Efesus 4:15).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Efesus 4:16 menyebutkan, bahwa tubuh Kristus rapih tersusun, diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai kadar pekerjaan tiap-tiap anggota. Berarti pelayanan kita sifatnya terikat karena harus ikut bertanggung jawab bagi terbentuknya tubuh Kristus. Masing-masing menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya di dalam kasih. Seberat apapun pelayanan kita jika dilakukan dengan kasih, pasti tidak ada persungutan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yang dipercaya Tuhan Yesus untuk melayani adalah orang-orang kudus, yaitu yang ada tanda kelahiran baru oleh benih Firman. Kita harus menjadi kudus dengan hidup sebagai anak-anak yang taat dan tidak menuruti hawa nafsu, sebab Kristus adalah kudus (1 Petrus 1:13-1). Kehidupan lama ditandai dengan menuruti hawa nafsu, seperti percabulan, kecemaran atau keserakahan (Efesus 5:3).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tidak ada seorangpun yang kudus atau suci. Kita dikuduskan oleh tanda kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati (1 Petrus 1:3-4); darah-Nya yang mahal telah menebus kita dari cara hidup sia-sia yang kita warisi dari nenek moyang kita (ayat 18-19). Kemudian supaya kelahiran baru kita lebih kuat dan permanen, kita perlu dilahirkan kembali oleh benih Firman Allah yang hidup dan yang kekal (ayat 22-23), yang terus-menerus menguduskan kita supaya dapat tampil cemerlang dan sempurna di hadapan-Nya sebagai istri-Nya (Efesus 5:25-27). Kita perlu senantiasa dikuduskan karena selama masih berada di dunia ini banyak terdapat polusi-polusi dosa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Efesus 2:19 menyebutkan bahwa oleh pengudusan ini maka kita menjadi anggota-anggota keluarga Allah. Dan sebagai anggota-anggota keluarga Allah kita dapat bekerja sama dalam pelayanan untuk pembangunan tubuh Kristus.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai orang-orang kudus, kita memiliki kekuatan yang luar biasa, yaitu doa kita merupakan kemenyan yang ada pada perukupan emas (Wahyu 5:8) yang naik sampai ke hadapan Allah (Wahyu 8:3-4). Sama seperti pengalaman Kornelius (Kisah Para Rasul 10:1-4), di mana doanya naik sampai ke sorga dan ia diingat Allah. Apabila Allah mengingat kita, maka di manapun kita berada, Tuhan selalu beserta dan menjadi penolong kita. Haleluya, amin!!! pi&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><pubDate>Fri, 27 Feb 2009 14:00:00 GMT</pubDate></item></channel></rss>